
TRANSINDONESIA.co | JAKARTA — Rentetan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda wilayah Jawa Tengah secara beruntun dalam kurun waktu 24 jam, membakar belasan hektare lahan yang tersebar di Kabupaten Sragen, Klaten, hingga kawasan hutan pinus Perhutani di Cilacap. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat maraknya insiden di Jawa Tengah ini menjadi perhatian nasional di tengah berlakunya Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Karhutla di provinsi tersebut hingga akhir 2026.
“Penanganan dilakukan dalam konteks status siaga darurat bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jawa Tengah yang berlaku sejak 1 Juni hingga 31 Desember 2026 berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Tengah,” ungkap Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam keterangan tertulisnya diterima redaksi, Jumat (9/10/2016).
Di Kabupaten Klaten, kobaran api menghanguskan sekitar 6 hektare lahan ilalang dan daun jati kering di Desa Kaligawe, Kecamatan Pedan. Asap pekat sempat mengganggu jarak pandang pengguna jalan dan mengancam permukiman warga serta instalasi listrik setempat sebelum akhirnya berhasil dipadamkan oleh TRC PB BPBD Klaten.
“BPBD Kabupaten Klaten mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah di sekitar bangunan maupun area yang terdapat bahan mudah terbakar guna mencegah kebakaran meluas, terutama selama kondisi kering,” terang Berton.
Kebakaran juga menghanguskan 5 hektare hutan pinus milik Perhutani di BKPH Majenang, Kabupaten Cilacap, akibat titik api yang merambat dari area tanaman ke lokasi penyadapan. Sementara itu di Kabupaten Sragen, api membakar 2 hektare lahan di Jalan Gesi–Tangen, Desa Srawung, yang pemicunya masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang.
“Titik api pertama kali diketahui setelah mandor Perhutani melaporkan kepulan asap di kawasan hutan pinus. Petugas yang menuju lokasi mendapati api telah membakar area rencana penanaman dan merambat ke area penyadapan pinus,” lanjutnya.
Selain di Jawa Tengah, BNPB melaporkan kejadian karhutla serupa merambat ke wilayah lain, seperti kebakaran TPA Pasir Bajing di Garut (Jawa Barat), lahan sisa panen di Jombang (Jawa Timur), hingga kawasan perbukitan di Kabupaten Sigi (Sulawesi Tengah).
BNPB menginstruksikan seluruh jajaran BPBD daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan penuh guna mencegah kemunculan titik api baru.
“BNPB mengajak seluruh unsur pemerintah, petugas lapangan, dan masyarakat untuk memperkuat koordinasi serta mengutamakan keselamatan dalam setiap upaya penanganan bencana. Kesiapsiagaan dan respons cepat menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko serta mencegah meluasnya dampak bencana,” tutup Berton. [nag]





