Skip to content
21 September 2026
  • TRANSMARITIM
  • Trans Tekno
  • TRANSSPORT
cropped-trans_logo-e1607181917765-1.png

Indonesia Berdakwah

Primary Menu
  • Trans Dakwah
  • Trans Metropolitan
  • Trans Polhukam
  • Trans Dunia
  • Trans Bisnis
  • Trans Sports
  • Trans Tekno
  • Trans Maritim
  • Trans Sumatera
  • Trans Jawa
  • Trans Bali
  • Trans Nusa
  • Trans Kalimantan
  • Trans Sulawesi
  • Trans Maluku
  • Trans Papua
Light/Dark Button
  • Home
  • 2026
  • Agustus
  • 28
  • Titik Panas Lampung Meningkat, BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

Titik Panas Lampung Meningkat, BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

transindonesia.co 28 Agustus 2026 3 minutes read
hutan Bromo terbakar

Ilustrasi - Kebakaran hutan. Transindonesia.co / Dok. BNPB

TRANSINDONESIA.co, BANDAR LAMPUNG – Pantauan jumlah titik panas di Provinsi Lampung menunjukkan peningkatan. BNPB menggelar Operasi Modifikasi Cuaca guna mencegah kebakaran hutan dan lahan, termasuk menjaga konservasi gajah Way Kambas.

Sebagai langkah antisipasi, Gubernur Lampung meminta bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Berbasis di Bandara Raden Inten II dan disupervisi oleh BMKG, operasi ini berlangsung pada 26–30 Agustus 2026. Pesawat dan komponen pendukungnya telah tiba di Lampung pada Rabu (26/8/226).

“Pada hari itu juga satu sorti penerbangan dilakukan dengan menyemai garam sebanyak 800 kg. Penyemaian terkonsentrasi di wilayah Lampung Timur yang terdeteksi terdapat awan yang berpotensi tumbuh menjadi awan hujan,” ungkap Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam keterangan resminya, Jumat (28/8/2026).

Hujan terpantau terjadi di Bandar Sribawono dan Karanganyar. OMC selanjutnya berlangsung pada Kamis (27/8/2026) dengan satu sorti penerbangan.

“Bahan semai seberat 800 kg disebar masih di wilayah Lampung Timur. Pantauan radar BMKG mendeteksi hujan intensitas ringan turun di kabupaten tersebut,” tambah Berton Panjaitan.

Operasi udara ini akan berlangsung dari 26 hingga 30 Agustus 2026. Operasi ini dikendalikan dari Bandara Raden Inten II. Pelaksanaannya didampingi Deputi Bidang Modifikasi Cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta berkoordinasi dengan kementerian, lembaga dan organisasi perangkat daerah wilayah Provinsi Lampung.

Sementara itu, ancaman kebakaran hutan dan lahan wilayah Lampung menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto. Dalam rapat penanganan kebakaraan hutan dan lahan di Riau, Senin (24/8/2026),

Presiden Prabowo memberikan atensi khusus terhadap penanganan di wilayah Provinsi Lampung serta perlindungan konservasi gajah di Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur.

“Saya juga minta diperhatikan untuk Lampung, ada Taman Nasional Way Kambas, untuk menjadi fokus kita. Saya mendapat laporan ada _hot spot_ di situ dan sudah ada kebakaran. Di situ taman konservasi kita untuk gajah dan sebagainya. Gajah-gajah terakhir di Sumatera harus kita rawat,” ujar Presiden Prabowo Subioanto.

Berdasarkan data satelit NOAA20 pada xistem informasi Sipongi Kementerian Kehutanan dalam empat hari terakhir, jumlah titik panas atau hotspot meningkat.

Peningkatan ini terpantau satelit yaitu 11 titik pada 24 Agustus menjadi 18 titik sehari kemudian (25/8/2026). Meskipun sempat turun pada Rabu, 26 Agustus, kenaikan tercatat 26 titik panas pada Kamis, 27 Agustus.

“Mengacu kepada prakiraan BMKG, cuaca di sebagian besar Lampung pada Agustus hingga September mengalami puncak musim kemarau sehingga menyebabkan wilayah ini berada pada status siaga bencana kekeringan yang berpotensi meningkatkan resiko kebakaran hutan dan lahan,” terang Berton Panjaitan.

Gubernur Lampung telah menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi di wilayah Lampung tahun ini, yang berlaku sampai 23 September 2026.

Data dari Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Lampung sampai dengan 27 Agustus 2026 tercatat rekapitulasi luas lahan terbakar sekitar kurang lebih 674,5 ha.

Menyikapi masuknya musim kemarau yang berpotensi mengakibatkan bencana asap akibat kebaran hutan dan lahan, BNPB menekankan kembali instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Karhutla. BNPB mengimbau, di antaranya pemerintah daerah bersama masyarakat dan pelaku usaha kehutanan dan pertanian dapat bekerja sama dalam pencegahan dini. [man]

About the Author

transindonesia.co

Administrator

transindonesia, berita indonesia, indonesia aktual, nusantara, metropolitan

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Buka Muktamar ke-35 NU, Prabowo Puji Peran Bersejarah Nahdlatul Ulama
Next: Status Gunung Sinabung Karo Naik Level Siaga

Trans Stories

kebakaran-hutan-luwu

Karhutla dan Longsor Tiga Warga Tewas, BNPB Minta Warga Waspada

transindonesia.co 18 September 2026
gunung-butak

Mitigasi Bencana Hidrometeorologi, BNPB Imbau Masyarakat Waspada Karhutla dan Kekeringan

transindonesia.co 14 September 2026
longsor-aceh

Bencana Longsor Aceh Tengah Terjang Empat Kecamatan, Satu Korban Meninggal

transindonesia.co 14 September 2026

TransIndonesia

serangan-houthi-ke-bandara-riyadh-arab-saudi

Riyadh Diserang Rudal Houthi, Asap Hitam Membumbung Dekat Bandara

transindonesia.co 20 September 2026
basarnas-cari-kapal-virgo

Pencarian 126 Korban KM Virgo Transport 8 Resmi Diperpanjang Seminggu

transindonesia.co 20 September 2026
julia-prastini-alias-jule

Selebgram Jule Ditangkap Polisi Terkait Vape Etomidate

transindonesia.co 20 September 2026
Febrie Adriansyah Ditahan

Kejagung Serahkan Febrie Adriansyah ke Kejari Jaksel

transindonesia.co 19 September 2026
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Disclaimer
  • TRANSMARITIM
  • Trans Tekno
  • TRANSSPORT
Copyright © 2026 All right Transindonesia.co | ReviewNews by AF themes.