Skip to content
31 Oktober 2026
  • TRANSMARITIM
  • Trans Tekno
  • TRANSSPORT
cropped-trans_logo-e1607181917765-1.png

Indonesia Berdakwah

Primary Menu
  • Trans Dakwah
  • Trans Metropolitan
  • Trans Polhukam
  • Trans Dunia
  • Trans Bisnis
  • Trans Sports
  • Trans Tekno
  • Trans Maritim
  • Trans Sumatera
  • Trans Jawa
  • Trans Bali
  • Trans Nusa
  • Trans Kalimantan
  • Trans Sulawesi
  • Trans Maluku
  • Trans Papua
Light/Dark Button
  • Home
  • 2026
  • Agustus
  • 26
  • Polres Jakbar Bongkar Sindikat Pabrik Uang Palsu Lintas Provinsi

Polres Jakbar Bongkar Sindikat Pabrik Uang Palsu Lintas Provinsi

transindonesia.co 26 Agustus 2026 2 minutes read
peredaran uang palsu

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Nasriadi bersama Kapolsek Metro Tamansari Kompol Bobby Zulfikar memberikan keterangan pengungkapan sindikat pembuat dan pengedar uang palsu mengamankan 11 tersangka di berbagai lokasi serta menyita barang bukti berupa 15.610 lembar uang palsu pecahan Rp100.000 dan peralatan mesin cetak dari pabrik pembuatan di Tasikmalaya dan Banyumas, dalam konferensi pers di Mapolrestro Jakarta Barat, Senin (24/8/2026). Transindonesia.co / Ist

TRANSINDONESIA.co | JAKARTA — Polres Metro Jakarta Barat bersama Polsek Metro Tamansari berhasil membongkar sindikat pembuatan dan peredaran uang palsu (upal) lintas wilayah. Dalam pengungkapan kasus ini, aparat mengamankan 11 orang tersangka serta menyita 15.610 lembar uang palsu pecahan Rp100.000.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Nasriadi mengungkapkan, aktivitas produksi uang palsu tersebut dilakukan di dua lokasi terpisah, yakni Desa Cipedes, Kecamatan Cipedes, Tasikmalaya, dan Desa Belahar, Kecamatan Wangon, Banyumas. Praktik ilegal ini diketahui telah beroperasi sejak Januari 2026 sebelum akhirnya berhasil diungkap pada Agustus 2026.

“Uang palsu ini diproduksi di salah satu tempat di Tasikmalaya, tepatnya di Desa Cipedes, Kecamatan Cipedes. Kami menyita barang bukti berupa mesin yang digunakan untuk membuat,” kata Nasriadi, dalam konferensi pers di Mapolrestro Jakarta Barat, Senin (24/8/2026).

Nasriadi menjelaskan, mesin di Tasikmalaya difungsikan untuk tahap awal produksi seperti scanning, digitalisasi, hingga pencetakan. Sementara mesin di Banyumas digunakan untuk perbanyakan setelah hasil produksi dinilai berhasil.

Sindikat ini mencetak uang palsu dalam dua gelombang. Pada pencetakan pertama, mereka memproduksi sekitar 12.000 lembar, dengan 4.000 lembar mengalami cacat produksi dan 8.000 lembar lainnya dijual kepada seorang DPO senilai Rp225 juta uang asli. Pada gelombang kedua, sindikat mencetak 16.000 lembar dan berhasil menekan kegagalan hingga tersisa 1.000 lembar cacat.

“15.000 lembar berhasil dan dinyatakan hampir sama dengan uang asli. Ini yang disebarkan melalui jaringan mereka,” jelas Nasriadi.

Selain belasan ribu lembar uang palsu, polisi turut menyita sekitar 40 jenis barang bukti pendukung, termasuk uang mainan, uang dolar palsu, dan peralatan cetak. Polisi menegaskan penggunaan istilah “lembar” dilakukan karena barang bukti tersebut tidak memiliki nilai sah sebagai mata uang.

Sebanyak 11 tersangka yang ditangkap di wilayah Jakarta, Bogor, Sukabumi, dan Cilacap memiliki peran terbagi, S (Penyandang dana dan penyedia operasional), N (Operator pencetakan dan finishing), MK & J (Pengikat uang), R (Perancang/desainer tampilan uang), dan W (Penyempurna dan pelubang hasil cetak).

Saat ini, polisi masih memburu empat orang DPO lainnya berinisial EA, R, W, dan F. Pengungkapan ini merupakan hasil sinergi Polri bersama Badan Koordinasi Pemberantasan Uang Palsu (Botasupal) dan Bank Indonesia (BI).

“Jangan tertipu, tetap jalankan protokol pengecekan uang palsu: dilihat, diraba, diterawang,” imbau Nasriadi.

Sementara itu, Kapolsek Metro Tamansari Kompol Bobby Zulfikar menambahkan bahwa sindikat ini menerapkan skema khusus dalam mendistribusikan upal hasil cetakan mereka.

“Yang 8.000 tersebut diganti dengan uang Rp235 juta, itu merupakan skemanya. Di mana skemanya satu berbanding empat. Ibarat kata, satu uang asli diganti dengan empat uang yang diduga palsu,” pungkas Bobby. [zul/mil]

About the Author

transindonesia.co

Administrator

transindonesia, berita indonesia, indonesia aktual, nusantara, metropolitan

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Presiden Prabowo Pastikan Karhutla Riau Dituntaskan, 15.000 Hektare Berhasil Ditangani
Next: Respons Projo Budi Arie, Gerindra: Pemilu 2029 Masih Jauh

Trans Stories

Eks Komandan Tim Cobra Kombes Arsal Sahban pimpin penyitaan 103 aset PT DSI di Sukoharjo

Bongkar Kasus PT DSI: Eks Komandan Tim Cobra Tegaskan Tak Ada Tempat Sembunyi Aset

transindonesia.co 31 Oktober 2026
edi hasibuan

Survei Lemkapi Buktikan Harapan Besar Publik pada Kapolri Suyudi

transindonesia.co 31 Oktober 2026
Audiensi BKSAP DPR RI bersama MUI dan APCQP bahas penolakan konser Andrea Bocelli

DPR Minta Pemerintah Pertimbangkan Konser Andrea Bocelli Peta Kata Kunci & Metadata

transindonesia.co 30 Oktober 2026

TransIndonesia

Eks Komandan Tim Cobra Kombes Arsal Sahban pimpin penyitaan 103 aset PT DSI di Sukoharjo

Bongkar Kasus PT DSI: Eks Komandan Tim Cobra Tegaskan Tak Ada Tempat Sembunyi Aset

transindonesia.co 31 Oktober 2026
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto berikan keterangan pers terkait putusan MA soal ijazah Gibran

Putusan MA Soal Ijazah Gibran, Hasto: Dorong Hak Angket dan Koreksi Rakyat

transindonesia.co 31 Oktober 2026
edi hasibuan

Survei Lemkapi Buktikan Harapan Besar Publik pada Kapolri Suyudi

transindonesia.co 31 Oktober 2026
Mahkamah Agung

Kasasi MA Nyatakan Suket Penyetaraan Ijazah SMA Gibran Tidak Sah

transindonesia.co 31 Oktober 2026
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Disclaimer
  • TRANSMARITIM
  • Trans Tekno
  • TRANSSPORT
Copyright © 2026 All right Transindonesia.co | ReviewNews by AF themes.