Skip to content
7 Oktober 2026
  • TRANSMARITIM
  • Trans Tekno
  • TRANSSPORT
cropped-trans_logo-e1607181917765-1.png

Indonesia Berdakwah

Primary Menu
  • Trans Dakwah
  • Trans Metropolitan
  • Trans Polhukam
  • Trans Dunia
  • Trans Bisnis
  • Trans Sports
  • Trans Tekno
  • Trans Maritim
  • Trans Sumatera
  • Trans Jawa
  • Trans Bali
  • Trans Nusa
  • Trans Kalimantan
  • Trans Sulawesi
  • Trans Maluku
  • Trans Papua
Light/Dark Button
  • Home
  • 2026
  • Oktober
  • 7
  • 250 Ribu Siswa-Guru Demo di Prancis, Polisi Tembakan Gas Air Mata

250 Ribu Siswa-Guru Demo di Prancis, Polisi Tembakan Gas Air Mata

transindonesia.co 7 Oktober 2026 3 minutes read
demonstrasi pelajar Prancis

Lebih dari 250.000 siswa mayoritas dari SMA, guru, dan orang tua turun ke jalan di berbagai wilayah Prancis untuk menuntut perbaikan kondisi sekolah, Selasa (6/10/2026). (Foto: REUTERS/Stephane Mahe)

TRANSINDONESIA.co | JAKARTA – Lebih dari 250.000 siswa mayoritas dari sekolah menengah atas (SMA), guru, dan orang tua turun ke jalan di berbagai wilayah Prancis untuk menuntut perbaikan kondisi sekolah, Selasa (6/10/2026).

Polisi anti huru hara sampai menembakkan gas air mata dan menggunakan pentungan untuk membubarkan sejumlah demonstran yang terlibat bentrokan.

Aksi pada Selasa (6/10) menjadi demonstrasi terbesar sejak gelombang protes dimulai sejak lebih dari dua pekan lalu. Aksi berlangsung di sejumlah kota, termasuk Paris, Marseille, Nantes, Lyon, dan Bordeaux.

Kementerian Dalam Negeri Prancis memperkirakan sekitar 200.000 orang mengikuti demonstrasi di berbagai kota. Sementara itu, sekitar 56.000 orang ikut dalam aksi terbesar di Paris.

Jumlah tersebut berbeda dengan perkiraan penyelenggara yang menyebut total peserta mencapai 450.000 orang.

Sebagian besar aksi berlangsung damai. Namun, sejumlah demonstrasi berakhir dengan aksi vandalisme sporadis dan bentrokan dengan polisi antihuru-hara. Pihak berwenang meyakini demo ricuh di sejumlah daerah terjadi karena sudah ditunggangi kelompok-kelompok tertentu.

Polisi sampai menembakkan gas air mata dan menggunakan pentungan untuk membubarkan massa.

Menurut data Kementerian Dalam Negeri Prancis yang dikutip Liberation, hampir 500 orang ditangkap pada Selasa (6/10). Sebanyak 43 polisi juga dilaporkan terluka.

Perdana Menteri Prancis, Sebastien Lecornu, mengatakan sebanyak 215 remaja dan 85 staf sekolah terluka sejak protes dimulai. Ia menyebut kondisi tersebut sebagai korban terberat yang dialami sistem pendidikan Prancis dalam beberapa dekade.

Selain itu, kantor Lecornu menyebut 715 polisi telah terluka dalam berbagai bentrokan selama gelombang demonstrasi berlangsung.

Protes dipicu tuntutan siswa dan guru terkait kondisi pendidikan. Mereka meminta pemerintah memastikan guru yang absen segera digantikan, memperbaiki bangunan sekolah yang sudah tua, serta meninjau kembali jam belajar yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 18.00.

“Kami hanya ingin menyelamatkan pendidikan kami dan mendapatkan pendidikan,” kata Océanne, 18 tahun, saat mengikuti demonstrasi di Marseille, seperti dilaporkan The Guardian.

Ia mengeluhkan banyaknya guru yang absen dan tidak mendapatkan pengganti yang memadai.

Di Paris, seorang siswi bernama Anna mengatakan tuntutan para demonstran sebenarnya sederhana.

“Tuntutan kami sederhana: kondisi belajar yang lebih baik, guru yang cukup, gedung sekolah yang layak. Tanggapan pihak berwenang sangat buruk. Sudah cukup banyak kekerasan,” ujarnya.

Namun, aksi tersebut juga diwarnai kekerasan. Para demonstran membakar tempat sampah, merusak halte bus, dan melempar benda ke arah polisi.

Sejak pertengahan September, sebanyak 24 sekolah dilaporkan dibakar atau dijarah. Lebih dari 6.100 orang telah ditangkap dan sebagian besar merupakan anak di bawah umur.

Kementerian Kehakiman Prancis menyebut lebih dari 1.800 orang sedang diadili, 1.500 di antaranya berusia di bawah 18 tahun.

Kementerian Pendidikan Prancis mengatakan lebih dari 900 dari sekitar 3.700 sekolah menengah atas ditutup atau diblokir pada Selasa (6/10). Kelompok siswa memperkirakan jumlah sekolah yang terdampak mencapai sekitar 1.800.

Sejumlah otoritas pendidikan juga memindahkan kegiatan belajar ke sistem daring akibat aksi tersebut.

Di tengah bentrokan, kelompok hak asasi manusia menuding polisi menggunakan kekerasan secara berlebihan terhadap demonstran muda.

Amnesty International mendesak pemerintah Prancis menghentikan penggunaan kekuatan yang dinilai tidak proporsional.

Presiden Amnesty Prancis, Anne Savinel-Barras, mengatakan penggunaan gas air mata, pentungan, dan sejumlah teknik kepolisian menimbulkan kekhawatiran.

Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nuñez, membantah tudingan tersebut. Ia mengatakan tindakan polisi sudah proporsional dalam “hampir seluruh kasus”, terutama ketika demonstrasi berubah menjadi kerusuhan sehingga memerlukan intervensi polisi.

Nuñez mengatakan kepolisian juga telah membuka 10 penyelidikan internal terkait dugaan tindakan brutal selama aksi berlangsung.

Sejumlah insiden menyebabkan demonstran mengalami luka serius.

Pada Senin (5/10), seorang remaja 15 tahun dilaporkan kehilangan tangannya setelah ledakan saat bentrokan dengan polisi di Prancis utara.

Pada Rabu (7/10/2026), remaja lain berusia 16 tahun kehilangan penglihatan pada mata kanannya setelah mengalami cedera kepala saat blokade sekolah di Tours. [cnni]

About the Author

transindonesia.co

Administrator

transindonesia, berita indonesia, indonesia aktual, nusantara, metropolitan

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Dua Penambang Meninggal Akibat Longsor Pekalongan, Karhutla Melanda Sejumlah Daerah

Trans Stories

sidang putusan ijazah Gibran

Putusan MK Soal Ijazah Gibran: Gugatan Tidak Diterima

transindonesia.co 7 Oktober 2026
Teroris Daulah Islamiyah

Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme Jaringan Daulah Islamiyah di 6 Provinsi

transindonesia.co 5 Oktober 2026
Kalapas Cibinong Wisnu Hani Putranto Diberhentikan jadi ASN

Kalapas Cibinong Wisnu Hani Putranto Diberhentikan jadi ASN

transindonesia.co 5 Oktober 2026

TransIndonesia

demonstrasi pelajar Prancis

250 Ribu Siswa-Guru Demo di Prancis, Polisi Tembakan Gas Air Mata

transindonesia.co 7 Oktober 2026
longsor tambang Pekalongan

Dua Penambang Meninggal Akibat Longsor Pekalongan, Karhutla Melanda Sejumlah Daerah

transindonesia.co 7 Oktober 2026
Satu Merah Putih, Satu Indonesia: Belajar dari Sumpah Pemuda dan Suporter Timnas untuk Merajut Kambali Persatuan Bangsa

Satu Merah Putih, Satu Indonesia: Belajar dari Sumpah Pemuda dan Suporter Timnas untuk Merajut Kambali Persatuan Bangsa

transindonesia.co 7 Oktober 2026
World Space Week 2026

Lebih dari Fiksi Ilmiah, Inilah Wajah Baru Teknologi Antariksa Masa Kini

transindonesia.co 7 Oktober 2026
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Disclaimer
  • TRANSMARITIM
  • Trans Tekno
  • TRANSSPORT
Copyright © 2026 All right Transindonesia.co | ReviewNews by AF themes.