Personil BPBD Kabupaten Blitar bersama warga membersihkan pohon-pohon tumbang akibat angin kencang yang merusak jalan dan bangunan di Kabupaten Blitar pada Rabu (4/3/2026). Transindonesia.co / BPBD Kabupaten Blitar
TRANSINDONESIA.co, BATANG – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan rentetan bencana hidrometeorologi basah yang melanda berbagai wilayah di Indonesia dalam 24 jam terakhir hingga Kamis (5/3/2026). Cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang memicu banjir serta pohon tumbang, dengan dampak paling fatal terjadi di Kabupaten Batang yang menewaskan tiga orang warga.
“Data yang dihimpun menunjukkan bahwa bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir dan cuaca ekstrem, masih menjadi kejadian yang paling banyak terjadi di sejumlah daerah,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan, Jumat (6/3/2026).
Di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, cuaca ekstrem menyebabkan sejumlah pohon tumbang menimpa kendaraan dan jaringan listrik. Sementara itu, di Kabupaten Pemalang, angin kencang di 11 kecamatan mengakibatkan enam orang luka ringan dan kerusakan pada puluhan rumah serta bangunan pelelangan ikan. Kejadian serupa juga melanda wilayah Jawa Barat seperti Ciamis dan Pangandaran, yang memaksa belasan jiwa mengungsi.
“BPBD Kabupaten Batang bersama instansi terkait telah melakukan pembersihan material pohon tumbang, evakuasi kendaraan rusak, serta pengaturan arus lalu lintas yang sempat terhambat,” tambah Abdul Muhari.
Selain angin kencang, banjir besar merendam ribuan rumah di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Di Kabupaten Pasuruan, sebanyak 967 unit rumah terdampak, sementara di Klaten, lebih dari seribu rumah serta belasan fasilitas pendidikan dan ibadah tergenang akibat kerusakan talud. Di Semarang dan Bondowoso, banjir dipicu oleh jebolnya tanggul dan saluran drainase yang tersumbat sampah.
“BPBD Kabupaten Klaten bersama tim gabungan membangun posko taktis serta menyalurkan kebutuhan pengungsi, seperti kasur lipat, dan membuka layanan dapur umum,” jelasnya mengenai upaya penanganan di lapangan.
Sementara itu, terkait update penanganan banjir lahar di Kabupaten Magelang yang terjadi Selasa (3/3) lalu, tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap dua orang yang hilang. Operasi pencarian hari ini, Kamis (5/3/2026), diperkuat dengan penambahan personel dan dukungan alat berat untuk menembus material lumpur.
“Operasi pencarian pada Kamis (5/3) dilakukan dengan dukungan alat berat dan penambahan personel di lapangan, serta pemasangan rambu sementara untuk pengalihan arus lalu lintas,” ungkap Abdul Muhari.
Menyikapi prakiraan BMKG yang menyebut potensi cuaca ekstrem masih akan berlangsung hingga 7 Maret 2026, BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama jika hujan lebat terjadi lebih dari satu jam. Langkah mitigasi mandiri seperti memangkas dahan pohon dan membersihkan saluran air sangat disarankan untuk mengurangi risiko kerugian.
“BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Segera lakukan evakuasi mandiri ke tempat aman apabila hujan lebat disertai angin kencang berlangsung lama,” pungkasnya. [nag]







