Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Administrasi Jakarta Pusat berkolaborasi strategis dengan Suku Dinas (Sudin) Pendidikan Wilayah I Jakarta Pusat saat beraudiensi di Blok C Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2026). Transindonesia.co / Bawaslu Jakpus
TRANSINDONESIA.co, JAKARTA – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Administrasi Jakarta Pusat (Jakpus) resmi menjajaki kerja sama strategis dengan Suku Dinas (Sudin) Pendidikan Wilayah I Jakarta Pusat untuk memperkuat pengawasan pemilu dan pendidikan demokrasi di lingkungan sekolah.
“Melalui kolaborasi dengan Sudin Pendidikan, kami berharap pendidikan pengawasan pemilu dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran yang membangun kesadaran demokrasi siswa. Generasi muda perlu dibekali pemahaman agar ke depan mereka tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga warga negara yang peduli terhadap integritas pemilu,” tegas Ketua Bawaslu Jakarta Pusat, Christian Nelson Pangkey, saat beraudiensi di Blok C Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2026).
Pangkey menjelaskan, kolaborasi ini bertujuan membekali pelajar sebagai calon pemilih masa depan. Langkah ini merupakan bentuk keberlanjutan program edukasi kepemiluan yang sebelumnya pernah dijalankan secara sporadis.
Sementara itu, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas (P2H) Bawaslu Jakarta Pusat, M. Halman Muhdar, menargetkan skema kerja sama yang lebih sistematis agar nilai-nilai demokrasi terintegrasi dengan aktivitas edukatif di sekolah dalam jangka panjang.
“Sebelumnya kegiatan yang kami lakukan lebih bersifat sosialisasi. Ke depan kami ingin merancang skema yang lebih sistematis sehingga pendidikan pengawasan pemilu menjadi bagian dari aktivitas edukatif di sekolah,” ujar Halman.
Halman menilai program ini krusial karena mayoritas siswa SMA saat ini merupakan calon pemilih pemula pada Pemilu 2029. Selain pemahaman teknis, Bawaslu juga menyoroti pentingnya literasi digital agar siswa mampu menyaring informasi hoaks di media sosial.
“Harapannya, ketika mereka nanti menjadi pemilih, mereka sudah memiliki dasar pengetahuan tentang demokrasi dan mampu bersikap lebih bijak dalam menyikapi perbedaan pilihan politik,” tambahnya.
Menanggapi hal itu, Kasudin Pendidikan Wilayah I Jakarta Pusat, Aderiswanto, memberikan apresiasi penuh. Menurutnya, sekolah adalah pilar penting dalam mencetak generasi yang mampu mengekspresikan pandangan politik secara sehat sekaligus meminimalisir praktik politik tidak sehat.
“Investasi pendidikan demokrasi yang kita mulai sekarang ini akan berdampak pada kualitas pemilih di masa depan, termasuk pada Pemilu 2029,” ungkap Aderiswanto.
Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Anggota Bawaslu Jakpus Wahidin, jajaran Kepala Subbagian, serta staf ahli dari kedua instansi. Kolaborasi ini diharapkan melahirkan generasi muda yang memiliki integritas dan keberanian menjaga nilai keadilan demokrasi. [jr]




