Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung hunian sementara (huntara) di Asrama Haji Pinangsori, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Ahad (15/2/2026). Transindonesia.co / Ist
TRANSINDONESIA.CO | TAPANULI TENGAH – Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung hunian sementara (huntara) di Asrama Haji Pinangsori, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Ahad (15/2/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan penanganan pengungsi berjalan optimal serta menyerahkan bantuan logistik bagi warga terdampak bencana.
“Hari ini saya datang bersama Kapolri dan rombongan menyerahkan sebagian bantuan untuk masyarakat di sini. Mungkin tidak seberapa, tapi mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk masyarakat,” ujar Titiek Soeharto di lokasi pengungsian.
Dalam tinjauan tersebut, Titiek menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah dan Polri atas pembangunan huntara yang layak bagi para korban. Saat ini, Asrama Haji Pinangsori menampung 154 jiwa di 56 unit kamar yang dilengkapi dengan fasilitas tandon air dan MCK. Ia berharap langkah ini segera berlanjut ke tahap pembangunan hunian tetap (huntap).
“Mudah-mudahan ini bisa membantu sedikit meringankan beban karena rumahnya terdampak bencana. Mudah-mudahan nanti bisa dibangun huntap yang lebih baik lagi buat para korban musibah,” tambahnya.
Titiek secara khusus menyoroti peran aktif aparat TNI-Polri yang telah bersiaga di lapangan sejak hari pertama bencana terjadi. Menurutnya, dedikasi petugas yang terjun langsung membersihkan material banjir dan mendistribusikan kebutuhan pokok sangat membantu mempercepat proses pemulihan psikis dan fisik warga.
“Saya lihat dari hari pertama sudah turun ke lumpur-lumpur untuk membantu masyarakat, mengeluarkan kayu dan lumpur yang ada di rumah, dan juga membawa makanan serta perlengkapan untuk masyarakat,” katanya.
Selain evakuasi, Titiek mengapresiasi inovasi Polri dalam penyediaan air bersih melalui unit mobile water treatment. Teknologi ini dinilai sangat vital karena mampu mengubah air sungai maupun air payau menjadi air siap minum bagi warga yang kehilangan akses sanitasi akibat bencana.
“Makasih Pak Kapolri, tadi saya lihat ada mobile water treatment. Ini bisa menyuling air menjadi air bersih yang siap diminum dan keliling ke daerah-daerah sehingga meringankan masyarakat. Mudah-mudahan mobilnya bisa ditambah lagi untuk daerah lainnya,” puji Titiek.
Di sela penyerahan bantuan, Titiek juga menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang melanda tiga provinsi di Sumatera, khususnya Tapanuli Tengah. Ia berharap bantuan berupa 16 truk sembako, peralatan sekolah, alat pertanian seperti hand tractor, hingga bahan material dapat memicu semangat warga untuk bangkit kembali.
“Mudah-mudahan diberi kekuatan lahir batin dalam menghadapi cobaan ini, bencana tidak datang lagi, dan semua masalah di sini bisa teratasi,” pungkasnya. [mil]





