Skip to content
9 Mei 2026
  • TRANSMARITIM
  • TRANSTEKNO
  • TRANSSPORT
cropped-trans_logo-e1607181917765-1.png

Indonesia Berdakwah

Primary Menu
  • TRANS DAKWAH
  • TRANS METROPOLITAN
  • TRANSPOLHUKAM
  • TRANSDUNIA
  • TRANSBISNIS
  • TRANSSPORTS
  • TRANSTEKNO
  • TRANSMARITIM
  • TRANSSUMATERA
  • TRANSJAWA
  • TRANS BALI
  • TRANSNUSA
  • TRANSKALIMANTAN
  • TRANSSULAWESI
  • TRANSMALUKU
  • TRANSPAPUA
Light/Dark Button
  • Home
  • 2026
  • Januari
  • 26
  • Menteri LH: Lokasi Longsor Cisarua Dipenuhi Sayuran Asal Amerika Selatan

Menteri LH: Lokasi Longsor Cisarua Dipenuhi Sayuran Asal Amerika Selatan

transindonesia.co 26 Januari 2026 2 minutes read 0 comments
Alih fungsi lahan Cisarua

Lanskap lokasi longsor dan lahan perkebunan di lereng Gunung Burangrang, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Minggu (25/1/2026).(KOMPAS.com/BAGUS PUJI PANUNTUN)

TRANSINDONESIA.CO | BANDUNG BARAT – Lereng perbukitan di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat yang longsor beberapa waktu lalu, tampak dipenuhi hamparan perkebunan sayuran.

Kondisi itu langsung menjadi sorotan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, yang menilai kawasan tersebut telah mengalami alih fungsi lahan dari kawasan hutan menjadi lahan pertanian intensif.

Saat meninjau lokasi longsor, Minggu (25/1/2026), Hanif menuturkan bahwa jenis tanaman yang mendominasi kawasan itu bukanlah tanaman asli yang sesuai dengan karakter alam setempat.

Perubahan tersebut dinilai berkontribusi terhadap kerentanan lingkungan di wilayah lereng pegunungan Burangrang.

Menurut Hanif, fenomena itu tidak lepas dari urbanisasi dan perubahan pola konsumsi masyarakat.

Kebutuhan pangan yang meningkat mendorong perluasan lahan pertanian hingga ke kawasan gunung, meskipun tidak selaras dengan daya dukung lingkungan.

“Kita makan hal yang sepertinya bukan habit kita, seperti kentang, kol, kobis, paprika. Itu semua daerah subtropis, yang kebiasaan hidupnya di ketinggian 800 sampai 2.000 meter di atas permukaan laut,” ujar Hanif di lokasi.

Ia menjelaskan, sebagian besar sayuran yang kini ditanam di kawasan tersebut berasal dari wilayah subtropis, terutama Amerika Selatan seperti Chile dan Peru.

Tanaman-tanaman itu kemudian dibudidayakan di dataran tinggi Indonesia, termasuk di lereng-lereng yang sebelumnya merupakan kawasan hutan.

“Ini sebenarnya bukan dari Indonesia. Jenis-jenis yang kita tanam hari ini sebagian besar berasal dari subtropis, yang kemudian naik 1.000-an meter di atas permukaan laut yang seharusnya tidak bisa,” ucap Hanif.

Atas kondisi itu, Kementerian Lingkungan Hidup akan segera menurunkan tim ahli untuk melakukan kajian mendalam terkait alih fungsi lahan di kawasan longsor Cisarua.

Tim tersebut akan bekerja bersama Pemerintah Kabupaten Bandung Barat untuk menelaah kondisi bentang alam secara detail.

“Kalau bicara lingkungan, ini harus saintis, tidak bisa mengira-ngira. Tenaga ahli akan segera bergabung di bawah pimpinan Bupati untuk melakukan pendalaman landscape dan langkah penanganan selanjutnya,” sebut Hanif.

Hanif menambahkan, pemerintah juga membuka kemungkinan adanya pendalaman lebih lanjut terkait aspek lingkungan lainnya, termasuk perbaikan tata ruang dan pemulihan landscape kawasan terdampak.

“Ini sebenarnya sudah lama saya sampaikan ke Bapak Gubernur Jawa Barat. Hari ini kita di tingkat kabupaten, dan saya rasa memang perlu pendalaman yang lebih serius,” ujarnya.

Sumber: Kompas

About the Author

transindonesia.co

Administrator

transindonesia, berita indonesia, indonesia aktual, nusantara, metropolitan

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Ustaz Abdul Somad: Mau Umur Panjang Bangun Masjid
Next: Longsor Cisarua: Pencarian Korban Terus Berlanjut, Lahan Hutan Akan Dihijaukan Kembali

Trans Stories

Pusdiklat PB
3 minutes read

Kepala BNPB: Kalaksa BPBD Harus Terjun ke Lokasi Bencana

transindonesia.co 5 Mei 2026 0
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir.
2 minutes read

Mabes Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Bertugas

transindonesia.co 5 Mei 2026 0
Syahrir May Day 2026
2 minutes read

May Day 2026: Menjadikan Jawa Barat Rumah Buruh Manusiawi

transindonesia.co 30 April 2026 0

TransIndonesia

Abdullah Rasyid dkk
4 minutes read

Ketika Air Masih Jadi Halaman Belakang, Kota Air Indonesia Terus Tertinggal

transindonesia.co 6 Mei 2026 0
Kedai ADO
2 minutes read

Kapolda Sumsel Buka Kedai ADO ‘Rumah Ojol’ Presisi

transindonesia.co 6 Mei 2026 0
Bandara Hongkong
3 minutes read

Belajar dari China, Pariwisata Indonesia Butuh Ekosistem Bukan Hanya Bebas Visa

transindonesia.co 6 Mei 2026 0
Pusdiklat PB
3 minutes read

Kepala BNPB: Kalaksa BPBD Harus Terjun ke Lokasi Bencana

transindonesia.co 5 Mei 2026 0
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Disclaimer
  • TRANSMARITIM
  • TRANSTEKNO
  • TRANSSPORT
Copyright © 2026 All right Transindonesia.co | ReviewNews by AF themes.