Skip to content
30 Agustus 2026
  • TRANSMARITIM
  • TRANSTEKNO
  • TRANSSPORT
cropped-trans_logo-e1607181917765-1.png

Indonesia Berdakwah

Primary Menu
  • TRANS DAKWAH
  • TRANS METROPOLITAN
  • TRANSPOLHUKAM
  • TRANSDUNIA
  • TRANSBISNIS
  • TRANSSPORTS
  • TRANSTEKNO
  • TRANSMARITIM
  • TRANSSUMATERA
  • TRANSJAWA
  • TRANS BALI
  • TRANSNUSA
  • TRANSKALIMANTAN
  • TRANSSULAWESI
  • TRANSMALUKU
  • TRANSPAPUA
Light/Dark Button
  • Home
  • 2026
  • Januari
  • 1
  • Dalang Makan Wayang?

Dalang Makan Wayang?

transindonesia.co 1 Januari 2026 3 minutes read 0 comments
Lukisan CDL

Ilustrasi. Foto Dok. CDL

TRANSINDONESIA.co | JAKARTA – Dalang memainkan wayang sebagai tontonan yang berisi tatanan dan tuntunan. Wayang merupakan refleksi hidup dan kehidupan yang sarat trik intrik bahkan kepentingan yang menghalalkan segala cara.

Tatkala direfleksikan dalam hidup dan kehidupan yang mengkhianati keutamaan, dalang menjadi predator yang memakan wayang. Pembodohan, pembiaran, sikap masa bodoh dan mencari senang sendiri serta memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Tak lagi punya rasa malu, analoginya lupa bercelana sekalipun sudah lengkap jas kopiahnya.

Politik semestinya cerdas yang waras yang anti pekok malah sebaliknya terjadi.

Masih ingat dialog alm Enthus Susmono dengan Sinden Megan dari Amerika? Enthus sebagai dalang mengatakan, “kalau bahasa khas daerah di mana ia sedang mendalang saat itu adalah ” pekok “.

Megan sebagai sinden dari Amerika bertanya : apa arti kata pekok itu pak dalang? Enthus dengan spontan menjawab; “cerdas”.

Semua penonton sontak tertawa terbahak bahak. Megan kembali bertanya; kenapa mereka pada tertawa pak dalang?. Enthus menjawab; “karena mereka cerdas cerdas”.

Megan menjawab; “Wah pak dalang pekok sekali”.

Kisah ini mengingatkan pada lukisan Fransisco de Goya tentang keluarga kerajaan yang berjudul “Charles V Family”. Lukisan cat minyak di atas kanvas ukuran 280 x 336 cm yang dilukis dari Mei 1880 sampai Desember 1881. Lukisan itu tersimpan di Musium Del Padro Spanyol.

Fransisko de Goya melukiskan wajah keluarga kerajaan dari raja sampai anak anak bayinya dalam wajah yang tersirat pekok. Lihat juga lukisan Penangkapan Pangeran Diponegoro karya Raden Saleh, yang melukiskan orang orang Belanda yang tidak proporsional, kepalanya sedikit lebih besar. Melambangkan raksasa, sebagai kritik sosial. Sedangkan proporsi Pangeran Diponegoro dan para pengikutnya sangat presisi.

Karya karya Pak Isa Perkasa yang dipamerkan di Balai Budaya merefleksikan kepekokan dalang yang tidak bisa menjadi tuntunan karena merusak tatanan dan menjadi tontonan yang memamerkan suatu kepekokan.

Tatkala para aparatur menyelenggarakan tugasnya secara profesional akan diwarnai kecerdasan maka kemanusiaan, keteraturan sosial dan peradaban terjaga dan terefleksi dalam prosesnya. Sebaliknya, tatkala merefleksikan kecanduan kekuasaan, jabatan, harta, tahta, wanita juga bisa menjadi pekok.

Dalam sumpah biasanya berlandaskan kejujuran, kebenaran dan keadilan. Namun tatkala ditambah i maka yang terjadi disumpahi refleksinya ya pasti kepekokan.

Demokrasi malah dijadikan pembenaran dari berbagai prosesnya sarat tipu tipu dan yang disampaikan kepekokan kepekokan, yang dihembuskan tak lain sebatas kebencian.

Kalau kita ingat kembali kisah raja gila pakaian yang kejam karya HC Anderson. Tatkala ditipu penjahit yang mengaku sakti dan karyanya hanya bisa dilihat oleh orang yang cerdik pandai dan bijaksana maka semua mengamini keindahannya walau tidak melihat apa apa. Sampai sang raja pun dengan bangga pawai dengan telanjang.

Baru setelah ada anak kecil di gendongan ibunya berteriak; “ibu raja kita pekok ya, tidak malu pawai dengan telanjang”. Baru semua tersadar kalau ditipu.

Raja yang pekok biasanya tidak bisa menerima saran. Semua pokok e walau yang mengikuti jadi pekok semua.

Seperti punggawa raja gila pakaian tadi semua memuji muji karena takut tidak kebagian yang tentu saja takut mengingatkan. Ikut pekok pekokan yang penting aman selamat dan kebagian.

Seraut wajah pekok pekokan proses Pemilu tidak bisa lagi mengelabuhi rakyat yang jujur, cerdas dan paham akan kebenaran. Pembenaran prodak post truth dengan hoax nya akan ditentang dengan lantang.

Rakyat sudah cerdas dan berani menunjukan kepekokan yang menyesatkan dan membodoh bodohi agar semua orang ikut mengamini sesuatu yang pekok.

Kaum safety player pasti rela dipekoki dan bangga untuk jadi pekok. Seremonialan, superfisialan tatkala hanya topeng maka sebenarnya saling pekok pekokan yang datang pekok dengan bangga dan membanggakan kepekokan, yang ditunggangi secara pekok dengan menyajikan kepekokan.

Itulah pesan moral yang diteriakkan pak Isa Perkasa melalui karya karyanya yang perkasa dalam karya rupa. Semoga pameran ini menginspirasi untuk tidak pekok dan kembali pada keutamaannya. Semoga.**”

 

Penulis: Chryshnanda Dwilaksana

About the Author

transindonesia.co

Administrator

transindonesia, berita indonesia, indonesia aktual, nusantara, metropolitan

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Tinjau Jembatan Bailey Garoga, Presiden Lewatkan Pergantian Tahun di Tapanuli Selatan
Next: SBY Dituding di Balik Kasus Ijazah Jokowi, Demokrat Somasi Akun Medsos

Trans Stories

demo Aliansi Masyarakat Pati Bersatu
3 minutes read

Bawa Tuntutan Hukuman Mati Koruptor, Aliansi Warga Pati Kepung DPR

transindonesia.co 27 Agustus 2026 0
Juru bicara Partai Gerindra Sugiat Santoso.
2 minutes read

Respons Projo Budi Arie, Gerindra: Pemilu 2029 Masih Jauh

transindonesia.co 26 Agustus 2026 0
rektor unsoed ditahan
2 minutes read

KPK Geledah Rektorat Unsoed, Rektor Akhmad Sodiq Tersangka Pemerasan PMB

transindonesia.co 25 Agustus 2026 0

TransIndonesia

hutan Bromo terbakar
3 minutes read

Titik Panas Lampung Meningkat, BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

transindonesia.co 28 Agustus 2026 0
Muktamar NU
2 minutes read

Buka Muktamar ke-35 NU, Prabowo Puji Peran Bersejarah Nahdlatul Ulama

transindonesia.co 27 Agustus 2026 0
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli pafa Pertemuan Menteri Tenaga Kerja ASEAN (ALMM) ke-29 di Bangkok, Thailand.
3 minutes read

Indonesia Prioritaskan Pelindungan Pekerja Migran ASEAN Saat Krisis

transindonesia.co 27 Agustus 2026 0
demo Aliansi Masyarakat Pati Bersatu
3 minutes read

Bawa Tuntutan Hukuman Mati Koruptor, Aliansi Warga Pati Kepung DPR

transindonesia.co 27 Agustus 2026 0
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Disclaimer
  • TRANSMARITIM
  • TRANSTEKNO
  • TRANSSPORT
Copyright © 2026 All right Transindonesia.co | ReviewNews by AF themes.