Pencarian kapal wisata Phinisi Putri Sakina yang tenggelam di perairan Selat Padar, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Jumat (26/12/2025). Transindonesia.co /Sumber Foto: SAR Komodo Labuan Bajo
TRANSINDONESIA.co | LABUAN BAJO – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) resmi memperpanjang operasi pencarian tiga warga negara asing (WNA) Spanyol yang hilang dalam tragedi tenggelamnya KM Putri Sakinah di perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Keputusan ini ditetapkan setelah hasil evaluasi Tim SAR Gabungan pada Kamis (1/1/2026) sore, menambah masa pencarian selama tiga hari ke depan hingga 4 Januari 2026.
“Berdasarkan hasil evaluasi sore ini, Tim SAR Gabungan akan melanjutkan dan memaksimalkan upaya pencarian selama tiga hari ke depan,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman, dalam keterangannya, Kamis (1/1/2026).
Perpanjangan ini merujuk pada Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014, di mana operasi SAR standar yang berlangsung selama tujuh hari dapat ditambah jika ditemukan tanda-tanda atau peluang penemuan korban di lapangan. Fokus utama tim saat ini adalah mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada untuk menemukan keberadaan ketiga korban.
“Kami tetap optimistis kerja keras seluruh unsur Tim SAR Gabungan dapat membuahkan hasil dalam masa perpanjangan operasi SAR ini,” lanjut Fathur.
Langkah ini juga mendapat dukungan diplomatik dari Pemerintah Spanyol. Melalui surat resmi tertanggal 31 Desember 2025, Duta Besar Spanyol untuk Indonesia menyampaikan harapan besar agar pencarian terus dilakukan. Pihak keluarga korban pun dilaporkan terus mendampingi tim di lapangan guna memantau perkembangan proses evakuasi.
“Kami juga mengapresiasi perhatian Pemerintah Spanyol dan kehadiran pihak keluarga korban yang setia mendampingi Tim SAR Gabungan selama proses pencarian ini,” tambahnya.
Pada pencarian hari ketujuh, tim telah mengerahkan sedikitnya 13 kapal serta teknologi canggih berupa peralatan sonar dan hidronav milik Polairud Polda NTT untuk menyisir area perairan. Meski penyisiran dilakukan secara masif sepanjang hari, hingga evaluasi terakhir dilakukan, keberadaan ketiga korban masih belum ditemukan.
Operasi SAR hari kedelapan akan kembali dimulai pada Jumat (2/1/2026), pagi dengan memperluas area penyisiran berdasarkan koordinat arus laut terbaru. [sda]






