Anggota Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Syahrir, SE, M.I.Pol. Transindonesia.co /Dokumentasi
TRANSINDONESIA.co | Anggota Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Syahrir, SE, M.I.Pol, mengapresiasi langkah strategis Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam menghadapi tekanan ekonomi global, termasuk dampak dari kebijakan tarif ekspor 32 persen yang didengungkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
“Jawa Barat dikenal dengan daerah industri terbesar Asia Tenggara patut, maka langkah strategis Gubernur Jabar patut diapresiasi agar industri Jabar tetap dapat bangkit dan terus mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Syahrir dalam keterangannya, Jumat (11/4/2025).
Menurut politisi Partai Gerindra ini, Jawa Barat khususnya Kabupaten Bekasi, telah berkembang menjadi salah satu kawasan industri terbesar di Asia Tenggara, seperti Kawasan Industri Cikarang, Kabupaten Bekasi, lebih dari 6.500 titik investasi dan lebih dari 30% total investasi di Jawa Barat.
Selain itu, Kawasan Industri Jababeka yang diisi lebih dari 1.650 perusahaan nasional dan multinasional. Kawasan MM2100 Industrial Town memiliki reputasi sebagai pusat riset, inovasi, dan manufaktur mutakhir. Greenland International Industrial Center (GIIC) sebagai kawasan industri yang menawarkan lingkungan industri modern dan fasilitas lengkap.
“Dari kawasan industri saja, telah menjadi pusat investasi besar tidak saja untuk Jawa Barat tapi juga Indonesia. Belum lagi beberapa kota mandiri dari pengembangan kawasan industri, maka strategi yang akan dibuat Gubernur Jabar dapat berdampak positif pada perekonomian nasional. Bahkan menjadi penangkis tinggi ya tarif ekspor yang akan diberlakukan Amerika Serikat,” terang Syahrir.
Sejak awal, Syahrir yang merupakan anggota DPRD Jabar empat periode memiliki perhatian khusus terhadap perekonomian masyarakat bawah terus mendorong upaya dan strategi Pemprov Jabar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Langkah strategis Gubernur Jawa Barat ini harus kita dorong. Tak terkecuali semua pemerintahan daerah serta stakeholder mari kita sukseskan langkah strategis dalam menghadapi tekanan ekonomi global yang didalamnya naiknya tarif ekspor ke negeri Paman Sam itu,” ajak Syahrir.
Diketahui, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi telah menyiapkan langkah-langkah strategis dalam menghadapi tekanan ekonomi global, termasuk kebijakan tarif ekspor Amerika Serikat.
“Kita sudah menyiapkan strategi, salah satunya dengan mengkonsolidasikan seluruh industri di Jawa Barat, terutama yang mengekspor ke Amerika,” kata Dedi, di Kota Sukabumi, Kamis (10/4/2025).
“Pekan depan Pemdaprov Jabar akan mengumumkan sejumlah insentif yang dirancang untuk meringankan beban biaya produksi industri,” tambah Dedi.
Dikatakannya, kebijakan ini bertujuan menjaga daya saing sektor manufaktur dan mendorong stabilitas ekonomi daerah.
“Pemerintah juga harus membuka berbagai insentif untuk meringankan beban produksi. Banyak opsi yang akan kita umumkan minggu depan,” jelas Dedi Mulyadi yang hari ini Jumat 11 April 2025 genap berusia 54 tahun.
Selain insentif fiskal, Dedi juga mendorong perluasan pasar ekspor non-tradisional sebagai alternatif dari pasar Amerika. Menurutnya, potensi pasar Indonesia sangat luas dan terbuka, hanya perlu penguatan diplomasi dan negosiasi dagang yang lebih agresif.
Langkah-langkah tersebut merupakan bentuk antisipasi Pemdaprov Jabar dalam menjaga kelangsungan dunia usaha dan lapangan kerja di tengah ketidakpastian ekonomi global.
“Pasar kita ini terbuka dan luas. Negosiasinya harus dilakukan agar produk-produk kita tetap bisa bersaing,” tegasnya. [nal]






