
TRANSINDONESIA.co | Dalam beberapa dekade terakhir, BRICS—sebuah kelompok yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan—telah muncul sebagai kekuatan ekonomi baru yang signifikan dalam peta kekuatan global.
Kelompok ini tidak hanya merepresentasikan sekitar 42% populasi dunia dan 24% dari PDB global (berdasarkan paritas daya beli), tetapi juga menjadi simbol pergeseran kekuatan dari Barat ke Timur dan Selatan.
Saya akan mencoba menganalisis kehadiran BRICS sebagai kekuatan baru, serta implikasinya terhadap geopolitik dan geostrategis regional.
Selain itu, artikel ini akan membahas situasi Eropa pasca-terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS, yang membawa dinamika baru dalam tatanan global.
BRICS: Tinjauan Ekonomi
Pertumbuhan Ekonomi yang Cepat
BRICS telah menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang mengesankan, terutama China dan India, yang menjadi mesin pertumbuhan global.
China, sebagai ekonomi terbesar kedua di dunia, telah menjadi pusat manufaktur global, sementara India telah berkembang pesat dalam sektor teknologi dan jasa.
Diversifikasi Ekonomi
BRICS tidak hanya bergantung pada ekspor bahan mentah, tetapi juga telah mengembangkan sektor industri, teknologi, dan jasa.
Misalnya, Brasil dan Rusia telah memanfaatkan sumber daya alam mereka sambil berupaya mendiversifikasi ekonomi.
Kerja Sama Keuangan
BRICS telah mendirikan New Development Bank (NDB) dan Contingent Reserve Arrangement (CRA) sebagai alternatif terhadap institusi keuangan Barat seperti IMF dan Bank Dunia.
Ini menunjukkan upaya mereka untuk mengurangi ketergantungan pada sistem keuangan global yang didominasi Barat.
Implikasi Geopolitik
1. Pergeseran Kekuatan Global Kehadiran BRICS menandai pergeseran kekuatan dari negara-negara G7 (yang didominasi oleh AS dan Eropa) ke negara-negara berkembang. Ini mencerminkan multipolaritas dalam tatanan global, di mana kekuatan tidak lagi terkonsentrasi di satu atau dua negara.
2. Penolakan terhadap Hegemoni Barat BRICS sering kali dipandang sebagai penyeimbang terhadap hegemoni AS dan sekutunya. Misalnya, China dan Rusia telah menggunakan BRICS sebagai platform untuk mempromosikan tatanan global yang lebih inklusif dan adil.
3. Pengaruh di Forum Internasional BRICS telah meningkatkan pengaruhnya di forum-forum internasional seperti PBB, WTO, dan G20. Mereka sering kali bersuara bersama dalam isu-isu seperti reformasi tata kelola global, perubahan iklim, dan perdagangan internasional.
Implikasi Geostrategis Regional
Asia: Pusat Pertumbuhan Global
China dan India, sebagai anggota BRICS, telah menjadi pusat pertumbuhan ekonomi Asia.
Kehadiran mereka memperkuat posisi Asia sebagai pusat ekonomi global, sambil menciptakan dinamika baru dalam hubungan regional, seperti persaingan antara China dan India.
Amerika Latin: Brasil sebagai Pemain Kunci
Brasil telah menggunakan keanggotaannya di BRICS untuk meningkatkan pengaruhnya di Amerika Latin.
Ini terlihat dalam upaya Brasil untuk mempromosikan integrasi regional melalui Mercosur dan UNASUR.
Afrika: Afrika Selatan sebagai Jembatan
Afrika Selatan memainkan peran penting sebagai jembatan antara BRICS dan benua Afrika.
Ini membuka peluang bagi negara-negara Afrika untuk terlibat lebih aktif dalam ekonomi global.
Eropa Timur dan Asia Tengah: Pengaruh Rusia
Rusia menggunakan BRICS untuk memperkuat pengaruhnya di Eropa Timur dan Asia Tengah, terutama melalui kerja sama energi dan keamanan.
Situasi Eropa Pasca-Terpilihnya Donald Trump
Terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS pada 2016 membawa perubahan signifikan dalam hubungan transatlantik dan dinamika geopolitik global.
Kebijakan Trump yang cenderung proteksionis dan skeptis terhadap multilateralisme telah memengaruhi hubungan AS dengan Eropa, yang selama ini menjadi sekutu utama.
Ketegangan dalam Hubungan Transatlantik
Kebijakan Trump seperti penarikan diri dari Perjanjian Iklim Paris dan ancaman tarif terhadap produk-produk Eropa telah menciptakan ketegangan antara AS dan Uni Eropa.
Hal ini memaksa Eropa untuk mempertimbangkan kembali ketergantungannya pada AS dalam hal keamanan dan ekonomi.
Eropa Mencari Kemitraan Baru
Dalam menghadapi ketidakpastian dari AS, Eropa mulai mencari kemitraan baru dengan kekuatan ekonomi lain, termasuk BRICS.
Misalnya, Uni Eropa telah meningkatkan kerja sama dengan China melalui inisiatif seperti “EU-China Comprehensive Agreement on Investment.”
Dampak pada BRICS
Ketegangan antara AS dan Eropa membuka peluang bagi BRICS untuk memperluas pengaruhnya.
China, misalnya, telah memanfaatkan situasi ini untuk memperkuat hubungan ekonomi dan politik dengan Eropa, sambil mempromosikan visinya tentang tatanan global yang multipolar.
Tantangan dan Kritik
Heterogenitas Internal
BRICS terdiri dari negara-negara dengan kepentingan dan prioritas yang berbeda. Misalnya, China dan India memiliki persaingan geopolitik yang kuat, sementara Brasil dan Afrika Selatan lebih fokus pada isu-isu regional.
Ketergantungan pada China
China mendominasi ekonomi BRICS, yang menimbulkan kekhawatiran tentang ketergantungan negara-negara anggota lainnya pada China.
Isu Transparansi dan Tata Kelola
Institusi seperti NDB dan CRA masih menghadapi tantangan dalam hal transparansi dan tata kelola, yang dapat memengaruhi kredibilitas mereka.
Kesimpulan dan Rekomendasi
Kehadiran BRICS sebagai kekuatan baru dalam peta kekuatan ekonomi dunia telah mengubah dinamika geopolitik dan geostrategis global.
Kelompok ini tidak hanya menantang hegemoni Barat, tetapi juga menciptakan tatanan global yang lebih multipolar. Namun, BRICS juga menghadapi tantangan internal yang perlu diatasi untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitasnya.
Sebagai rekomendasi, BRICS perlu:
1. Meningkatkan kohesi internal dengan mempromosikan kepentingan bersama.
2. Memperkuat institusi seperti NDB dan CRA dengan meningkatkan transparansi dan tata kelola.
3. Memperluas kerja sama dengan negara-negara berkembang lainnya untuk menciptakan koalisi yang lebih inklusif. •Drs. Muhammad Bardansyah Ch, Cht (Pengamat Ekonomi dan Politik)
Referensi
– O’Neill, J. (2001). “Building Better Global Economic BRICs.”
– Stuenkel, O. (2015). “The BRICS and the Future of Global Order.”
– BRICS New Development Bank Annual Reports.
– IMF World Economic Outlook Database.







