Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro memantau pengamanan aksi penolakan sejumlah kebijakan pemerintah seperti Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) dan Uang Kuliah Tunggal (UKT) di sekitar Monas, Jakarta Pusat, Kamis (6/6/2024). [Transindonesia.co /Ist]
TRANSINDONESIA.co | Ribuan personel kepolisian diterjunkan mengamanatkan aksi penolakan Peraturan Pemerintah (PP) Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera), Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang mahal, Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) BPJS Kesehatan, Omnibuslaw UU Cipta Kerja dan tuntutan terhadap Hapus OutSourching Tolak Upah Murah (HOSTUM).
Aksi penyampaian pendapat di muka umum ini akan digelar di Patung Kuda, sekitar Monas Jakarta Pusat. Kamis (6/6/2024).
“Hari ini kami siap mengamankan warga yang akan menyampaikan pendapat dan kami menerjunkan 1.626 personel yang nantinya akan di bagi di beberapa titik pengamanan di sekitaran Monas.” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, Kamis (6/6/2024).
Sementara itu, untuk rekayasa lalu lintas nantinya bersifat situasional tergantung kondisi di lapangan. Jika diperlukan, akan dilakukan pengalihan arus lalu lintas maka kami himbau untuk masyarakat yang akan melintas di sekitaran Monas agar mencari jalan alternatif lainnya dikarenakan akan ada aksi penyampaian pendapat.
Siapa saja yang akan menyampaikan pendapat di muka umum, sebagaimana diatur dalam undang-undang penyampaian pendapat hak setiap warga negara, tentunya harus memperhatikan hak-hak masyarakat lainnya, sehingga aturan dalam undang-undang penyampaian pendapat di muka umum harap di patuhi supaya semua kegiatan berjalan dengan aman dan kondusif.
“Seluruh Personel yang terlibat Pengamanan tidak ada yang membawa senjata api. Tidak ada gerakan lainnya, perintah dan kendali dari saya sebagai Kapamwil. Selalu bertindak persuasif, tidak terprovokasi, mengedepankan negoisasi, pelayanan serta humanis,” katanya. [mil]







