Anies Baswedan saat berfoto bersama warga (Foto: Istimewa).
TRANSINDONESIA.co | Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) melakukan pemantauan media mainstream bidang politik, hukum, dan keamanan. Pemantauan dilakukan pada 21 Februari 2024.
Dalam pantauannya, Anies Baswedan menempati tempat teratas sebagai narasumber utama di media mainstream dengan 2109 berita. Selanjutnya, Betty Epsilon Idroos berada di urutan kedua dengan 1415 berita.
Kemudian, Joko Widodo di urutan ketiga dengan 1409 berita. Sedangkan jumlah berita sebanyak 12.612 berita dari 1.900 media online.
Selain itu, untuk sentimen berita terdapat 31,04 persen sentimen positif. Selanjutnya, terdapat 21,24 persen berita negatif dan terdapat 47,75 persen.
Untuk berita positif yaitu, berita Santunan sebanyak Rp36 Juta untuk Petugas KPPS yang Meninggal. Kemudian, berita Ketua MUI Sumatra Utara, Maratua Simanjuntak, mengatakan pelaksanaan Pemilu 2024 berjalan aman, nyaman, dan damai.
Selanjutnya, berita, Maratua mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga ruang publik aman dan nyaman di Sumatera Utara. Berita, Cooling System Pasca Pemilu, Polri Ajak Ulama Dan Elemen Masyarakat Kembali Mempererat Silaturahmi.
Untuk berita negatif, diantaranya, berita PDIP Layangkan Surat ke KPU, Tolak Keras Penggunaan Sirekap. Dan berita Sebanyak 58 TPS Pemilu 2024 di Jakarta Dilaporkan Tak Ramah Disabilitas.
Tidak hanya itu, isu dugaan kecurangan pemilu menempati urutan teratas sebagai isu utama yang dibuat media dengan 1.697 berita. Kedua, polemik Sirekap dengan 1.352 berita dan ketiga, pelantikan menteri dengan 1.028 berita.
Sementara, berita yang menjadi isu utama yaitu, berita Politikus PDIP Adian Napitupulu menyebut hak angket di DPR RI dapat menjadi solusi untuk membongkar sejumlah kecurangan di Pemilu 2024. Kemudian, berita DPP PDI Perjuangan secara tegas menyatakan menolak penggunaan aplikasi Sirekap (Sistem Informasi Rekapitulasi Elektronik). [rri]






