Pasien muda dalam ruang perawatan di salah satu rumah sakit di Gaza yang rusak (Foto: WHO)
TRANSINDONESIA.co | WHO mengutuk serangan 3 November Israel yang mengarah ke sejumlah rumah sakit di di Kota Gaza dan Provinsi Gaza Utara. Rumah Sakit Al-Shifa, Rumah Sakit Al-Quds, dan Rumah Sakit Indonesia menjadi sasaran dari bombardir Israel tersebut.
Pernyataan keras WHO tersebut dikeluarkan pada Sabtu (4/11/2023). Ambulans Rumah Sakit Al-Shifa sedang mengevakuasi pasien luka parah dan sakit ke selatan Gaza saat itu.
Kemudian, terjadi serangan di pintu masuk rumah sakit. Menurut laporan awal, sedikitnya tiga belas orang tewas dan lebih dari 60 orang terluka.
“Infrastruktur rumah sakit dan satu ambulans mengalami kerusakan. Hal ini merupakan tambahan dari kejadian sebelumnya yang mengakibatkan kerusakan pada ambulans lain dalam konvoi yang sama,” kata WHO dalam pernyataannya.
“Kementerian Kesehatan Palestina sebelumnya telah mengirimkan permohonan agar konvoi ambulans yang membawa pasien yang terluka dan sakit dari rumah sakit dapat berjalan dengan aman, dalam upaya untuk mengurangi beban di rumah sakit, yang sudah jauh melebihi kapasitas tempat tidurnya, sementara juga menjadi tempat berlindung ribuan orang mengungsi,” tulis WHO.
Dua serangan lanjutan dilaporkan pada hari yang sama di Rumah Sakit Al-Quds, yang mengakibatkan sedikitnya 21 orang terluka. Serangan tambahan dilaporkan di dekat Rumah Sakit Indonesia.
Serangan terhadap layanan kesehatan merupakan pelanggaran terhadap Hukum Humaniter Internasional. Ini termasuk menargetkan rumah sakit dan membatasi pengiriman bantuan penting seperti pasokan medis, bahan bakar, dan air.
WHO mengulangi seruannya agar segera dilakukan gencatan senjata. Pihaknya menekankan kebutuhan mendesak melindungi semua pekerja kesehatan, pasien, transportasi kesehatan, dan fasilitas kesehatan. [rri]





