Banjir Aceh Utara Meluas, 18.160 Warga Mengungsi

TRANSINDONESIA.co | 5.104 KK atau 18.160 warga Kabupaten Aceh Utara terpaksa mengungsi ke meunasah atau musala dan dataran tinggi yang tersebar di 28 titik, setelah tempat tinggal mereka terdampak banjir yang semakin meluas sejak Selasa (4/10/2022).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Aceh Utara, Asnawi mengatakan bahwa meluasnya banjir di Aceh Utara ini dipengaruhi dan dipicu oleh beberapa faktor. Selain curah hujan tinggi yang masih sering terjadi, kondisi tanggul DAS sungai-sungai besar juga kehilangan kemampuan menampung debit air yang berasal dari wilayah hulu Takengon dan Bener Meriah.

“Banjir meluas, Pak. Curah hujan masih tinggi ditambah tanggul-tanggul sungai di sini rendah dan banyak yang jebol. Air kiriman juga datang dari hulu Takengon dan Bener Meriah,” ungkap Asnawi, Kamis (6/10/2022).

Asnawi menambahkan, banjir telah berdampak pada 22.535 jiwa yang tinggal di 95 gampong yang berada di 12 kecamatan. Namun pihaknya juga memprediksi bahwa banjir masih berpotensi meluas hingga 14 kecamatan.

“Sepertinya hari ini kalau melihat informasi dari lapangan, saya perkirakan banjir bisa meluas sampai 14 kecamatan,” ungkap Asnawi.

Hasil kaji cepat yang dihimpun, sebanyak 6.775 unit rumah terdampak, kurang lebih 500 hektar lahan persawahan terendam, 4 kantor pemerintahan terendam termasuk 1 gedung fasilitas kesehatan dan 1 gedung sekolah.

BPBD Kabupaten Aceh Utara bersama tim gabungan dari unsur TNI, Polri, instansi terkait dan relawan serta masyarakat terus melakukan koordinasi guna percepatan penanganan banjir. Di samping itu, tim gabungan juga terus menyisir beberapa lokasi untuk evakuasi dan penanganan darurat lainnya. Hingga siaran pers ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa yang luka maupun meninggal dunia.[rfh]

Share
Leave a comment