
TRANSINDONESIA.co | Oleh: Legisan S Samtafsir
Melihat video Anies, yang disusun secara apik terkait diri pribadinya di keluarga, di tengah anak-anak, di tengah orang-orang tua, alhamdulillah hati saya sangat tersentuh. Bukan karena Anies Baswedan calon presiden yang paling layak untuk Indonesia, tapi melihat itu sebagai suatu fakta yang manusiawi, yang begitu manusiawinya.
Dari situ, lalu saya hubungkan dengan ceramahnya Dato Anwar Ibrahim, _Ekonomi Manusiawi_; juga bukunya Hermawan Kartajaya tentang _technology for humanity_; juga karyanya Jared Diamond, tentang _Collapse_. Semua nadanya sama, tentang _humanity_, manusiawi dan kemanusiaan.
Sedemikian pentingkah soal kemanusiaan itu? Ya, sepenting keberadaan manusia itu sendiri. Tidak ada tujuan yang lebih tinggi kecuali berlangsungnya peradaban manusia itu sendiri.
Apa problemnya?
Manusia modern saat ini telah tercabut dari akar kemanusiaannya, sehinga mereka teralienasi, mereka tidak lagi menjadi manusiawi. Manusia telah menjadi brutal dalam segala hal. Politik brutal, ekonomi brutal, hukum brutal, kebudayaan yang brutal, pembangunan yang semakin brutal.
Mengapa modernisme mencabut akar kemanusiaan dan menciptakan brutalisme? Karena dasar filosofinya adalah materialisme dan tiranisme.
Keduanya telah menggantikan spiritualisme atau teosentrisme manusia. Sehingga manusia menyingkirkan apa saja yang berbau agama, moral, ketuhanan, karena dianggap tidak ilmiah, tidak modern, dan menganggap agama itu suatu eksklusivisme.
Aspirasi Al Quran
Fakta itu semakin nyata karena bahkan banyak sarjana muslim yg malu menjadikan Al Quran sebagai referensi ilmiah. Perspektif Al Quran dianggap tidak ilmiah, bersifat eksklusif dan tidak untuk menjadi aspirasi penyelesaian problematika manusia. Kitab Suci hanya dijadikan sebagai inspirasi yang kurang bermutu dan tidak bernilai ilmiah.
Sarjana sarjana muslim itu malu dan malu menjadikan Al Quran sebagai referensi. Malu karena tidak hafal melafalkan teks nya, dan malu karena memang tidak meyakininya sebagai kebenaran yang ilmiah.
Padahal, banyak sekali titah yang Allah berikan mengenai bagaimana manusia menjadi manusiawi. Politik yang manusiawi, ekonomi yang manusiawi, teknologi yang membuat manusia manusiawi, kebudayaan yang manusiawi dan pembangunan yang manusiawi.
Sesungguhnya Al Quran dimaksudkan utk menjadikan manusia manusiawi; menjadikan agar manusia tidak tercabut dari fitrah dasarnya sebagai manusia, yang bukan sekedar alami tapi sejatinya manusiawi.
Tujuan yang Manusiawi
Maka tujuan menjadi manusiawi itu tidak boleh digantikan dengan dan oleh anasir yang non manusiawi seperti kepada benda-benda (materialisme) dan apalagi kekuasaan (tiranisme). Sebab pergeseran itu akan menyababkan peradaban manusia itu tidak akan manusiawi, dan karena itu, akibatnya akan memangsa manusia itu sendiri, yang pada ujungnya nanti akan memusnahkan peradaban manusia itu sendiri.
Itulah relevansinya mengapa dalam Al Quran ada surat yang diberi nama Al Insan, yang berarti kemanusiaan. Maka marilah kita teruskan perjuangan yang manusiawi, untuk membentuk peradaban yang manusiawi, dengan politik, ekonomi, pendidikan, industri dan teknologi yang manusiawi (Alinsan’s spirit)







