KH Abdullah Gymnastiar. [TRANSINDONESIA.CO/DOK]
TRANSINDONESIA.CO – Dari namanya saja sudah menimbulkan kesan tidak enak untuk didengar kuping. Kata ini sama tidak enaknya dengan kata “egois” atau “menang sendiri”. Mendengar namanya saja sudah tidak enak, apalagi jika melihat langsung orang yang memiliki sifat itu, akan lebih tidak suka lagi.
Tapi sayang, sepertinya kita jarang menyisihkan waktu untuk bertanya secara jujur pada diri kita sendiri, apakah sifat-sifat itu ada pada diri kita atau tidak?
Apakah kita ini orang otoriter atau bukan?
Padahal, pertanyaan ini harus sering-sering kita lontarkan apabila kita ingin meneladani asma “ALLAH AL-MALIKUL MULK”.
Mengapa demikian?
Sesungguhnya, amanah kekuasaan dan kepemimpinan dari Allah Al-Mslikul Mulk menuntut kita untuk bisa mengendalikan apa-apa yang ada dalam wilayah kekuasaan kita.
Dan, yang paling dekat adalah hati dan pikiran kita.
Ketahuilah saudaraku, di antara penyakit hati yang sangat berbahaya adalah sifat egois, sifat tidak mau kalah, sifat ingin menang sendiri, sifat ingin selalu merasa benar, atau sifat ingin selalu merasa bahwa memang dirinya tidak berpeluang untuk berbuat salah.
Sifat seperti ini biasanya banyak menghinggapi orang-orang yang diamanahi kedudukan seperti para pemimpin dalam skala apapun.
Apabila tidak segera diobati, sifat-sifat tersebut akan menggiring seseorang pada sikap otoriter. Bahkan, kalau dibiarkan akan berubah menjadi diktator -sebutan yang sering disematkan pada pemimpin Jerman, Adolf Hitler, Benito Musolini, dan lainnya.
Orang-orang yang dicap otoriter, biasanya menginginkan semua berada dalam kekuasaannya, semua harus tunduk dan patuh kepadanya, ujungnya adalah kejatuhan dan kehinaan.
Orang-orang yang otoriter biasanya memiliki versi tersendiri dalam menilai sebuah kejadian. Dia selalu memandang dirinya lebih dari orang lain, dan selalu melihat sesuatu itu kurangnya dan jeleknya saja.
Akibatnya sebaik apapun yang dilakukan orang lain selalu saja dari mulutnya meluncur omelan, gerutuan, dan koreksian. Sangat tepat pepatah ini baginya, “Nila setitik rusak susu sebelanga”. Artinya, karena kesalahan sedikit, jeleklah seluruh kelakuannya.
Bagi orang otoriter, tidak ada pilihan lain selain 100 persen harus sesuai keinginannya.
Lekatkan Spirit AI-Malikul Mulk dalam kehidupan sehari-hari. Jauhi Sikap Otoriter saat diamanahi Kekuasaan atau Kepemimpinan.
Karena Hanya Allah-lah yang berhak,
ALLAH AL MALIKUL MULK – SANG PEMILIK KERAJAAN
Sumber : Buku Asmaul Husna, karya Aa Gym
KH. Abdullah Gymnastiar






