Anies Baswedan.[TRANSINDONESIA.CO/Dokumen Anies Baswedan]
TRANSINDONESIA.CO – Tak lama berduet dengan Sandiaga Uno memimpin Ibukota Negara RI, Anies Baswedan harus bergelut seorang diri memimpin DKI Jakarta pasca ditinggal Sandi yang mengundurkan diri sebagai Wakil Gubernur karena menjadi calon Wakil Presiden mendampingi Prabowo Subianto pada Pilpres 2019.
Meski seorang diri, kemampuan Anies memimpin dan mengelola birokrasi dan pembangunan Jakarta semakin hari semakin mengundang decak kagum.
Walau sekali kali terdengar suara sumbang menggembosi kepercayaan warga Jakarta bahkan tak luput menjadi sasaran bullying di media sosial, namun hal itu tidak menyurutkan kinerjanya untuk bangkit memperbaiki semua sektor pembangunan, ekonomi dan sosial budaya warga kampung besar Betawi ini.
Keahliannya mengelola pemerintahan patut diacungi jempol bahkan tak berlebihan bila Anies yang berangkat dari profesional pendidik berhasil meyakinkan untuk menduduki jabatan politis yang menampilkan politik “adem” tak suka “gaduh” dengan pihak manapun tak lah berlebihan disebut sebagai “Maestro Politik”.
Tak ayal, Anies pun semakin kuat di mata para politisi termasuk pimpinan partai mulai bahkan sudah meliriknya untuk calon pemimpin dari Sabang sampai Merauke.
Satu persatu janji kampanye saat bersama Sandi ditunaikannya, walau tak sedikit orang mencibir bahkan tak percaya Anies bisa mewujudkannya, seperti program rumah DP Rp0 (Nol) Persen.
Dua foto (atas dan bawah) berlatar belakang sama dengan cahaya dan ilustrasi berbeda di Terowongan Kendal Dukuh Atas menghubungkan lima moda transportasi: KRL, TransJakarta, MRT, Kereta Bandara, dan LRT.[TRANSINDONESIA.CO/REDAKSI]
Di luar dugaan, kreatifitas dan terobosan Anies mulai tahun 2019 ini membebaskan pembayaran Pajak Bumi Bangunan (PBB) rumah tinggal dari Proklamator, Pahlawan Nasional, Penerima Bintang Tanda Jasa, veteran, hingga para pensiunan PNS, purnawirawan, dan pendidik dari PAUD hingga Perguruan Tinggi.
Kejutan demi kejutan yang dilakukannya, tentu saja membuat lawan politiknya terstrum, hingga tak sedikit langkahnya mendapat hambatan.
Terobosan dan terobosan Anies dari berbagai line untuk warga DKI semakin mengokohkannya sebagai “maestro bertangan dingin” dan serba bisa dalam memanage baik pemerintahan maupun perekonomian.
Tak hanya program pendidikan gratis dan beasiswa bagi anak anak warga DKI yang semakin terus ditingkatkannya, pria yang genap berusia 50 tahun pada 7 Mei 2019 lalu berzodiak Taurus (salah satu sifat Taurus; suka menolong orang lain dan tidak mudah marah) ini juga terus membenahi kampung kampung Jakarta, kampung kumuh kian bersolek menjadi kampung berwarna warni, indah dan cantik tanpa menghilangkan budaya.
Tak ketinggalan transportasi massal dengan fasilitas pendukungnya, seperti halte dan stasiun, taman, danau atau sungai (kali) hingga trotoar juga kian molek bagaikan Abang None yang penuh gairah kreatif dan optimis sebagai kota ramah, bersahabat dan cerdas. [RED]









