Penulis, Chryshnanda Dwilaksana
TRANSINDONESIA.CO – Masyarakat yang sadar wisata merupakan masyarakat memiliki kekuatan ketahanan daya saing dan kesadaran mencintai dan bangga sebagai anak bangsa. Pariwisata bukan sekedar menjadi obyek melainkan juga subyek karena akan berdampak pada kepuasan, kenyamanan, dan senantiasa ada pencerahan yang berdampak ada rasa rindu (kangen) datang kembali.
Tidak membosankan dan mampu memberikan rasa aman nyaman asri dan bahagia. Mungkin saja rasa tersebut tidak berdampak langsung namun akan terus menjadi pembicaraan yang tiada habisnya. Gethok tular atau dari mulut ke mulut diceriterakan bahkan ditunjukkan berbagai kehebatan dan kelebihannya bahkan tak jarang mengunggulkan dan membanding bandingkan.
Menyiapkan masyarakat sadar wisata dalam berbisnis bukan sebatas untuk menjual melainkan untuk mengimplementasikan passionnya. Rasa cinta dan bangga yang berdampak pada membangkitkan kerinduan ditunjukkan bagaimana membuat para customer itu setidaknya merasakan :
1. Adanya penerimaan dan keramahtamahan dari masyarakat dan berbagai pelayanannya (welcome and hospitality).
2. Rasa kemanusiaan yang tinggi sebagai simbol atau ikon peradaban yg menjunjung tinggi kemanusiaan melindungi dan memberikan jaminan hak asasi manusia.
3. Pelayanannya secara: moral, hukum, administrasi, informasi, fungsional dan kemanusiaan terstandardisasi pelayanan prima (cepat tepat akurat transparan akuntabel informatif dan mudah diakses).
4. Religi seni dan tradisi dikemas dlm berbagai performance yang berkarakter berkualitas inspiratif sarat nilai dan mencerahkan.
5. Aman nyaman asri ditunjukkan dalam standar air dan udara bersih serta area publik dengan lingkungan yang memenuhi standar kesehatan dan kenyamanan.
6. Berbagai fasilitas pelayanan publik informatif dan mudah diakses serta anti premanisme.
7. Harga relatif terjangkau dan ada kepastian dengan berbagai keunggulan atau fasilitas-fasilitas pelayanan prima.
8. Ada banyak ikon sebagai simbol karakter lokal.
9. Berbagai hal pendukung seperti penginapan, transportasi, kuliner, arena hiburan, marchendise dan lain sebagainya yang berkualitas prima dan memiliki jaringan on line secara lokal, nasional maupun internasional.
10. Setidaknya para stakeholder yang terintegrasi dan saling mendukung (pemerintah, pakar, atau akademisi, DPR, media, sektor bisnis dan masyarakatnya )
Dan sebagainya masih banyak hal lain yang dapat dikembangkan dalam membangun masyarakat sadar wisata. Alam heritage seni budaya tradisi religi edukasi bahkan profesi pun dapat menjadi ikon pariwisata yang ngangeni bagi siapa saja yang telah mencicipinya.
“Sak anane sak isane iso kanggo urip lan nguripi”.
[Chryshnanda DL]







