Ilustrasi
TRANSINDONESIA.CO – Model manual, konvensional, dan parsial cara bekerjanya akan memberi banyak peluang terjadinya penyimpangan, bahkan untuk sinergi dan terintegrasipun akan kesulitan.
Ketergantungan kepad figur membuat system-sistem kembali pada pendekatan personal, yang semestinya impersonal. Pada pendekatan personal akan mengedepankan pada system-sistem kekerabatan yang dapat mengabaikan kompetensi dan integritas.

Di dalam birokrasi yang pendekatanya personal akan tumbuh posisi-posisi basah dan kering, walau dikemas dengan istilah strategis. Tatkala pendekatan peronal menguasai maka system-sistem birokrasi rasional akan dilemahkan bahkan dimatikan. Sistem-sistem yang fungsional diisi model-model kli (clique) yang sarat dengan KKN.
Sistem merupakan suatu kesatuan yang menunjukkan adanya fungsi-fungsi yang saling terkait satu dengan lainya (sinergi dan terintgrasi). Dimulai dari masukan, proses hingga keluaranya, saling terkait dan menjadi fungsional. Dalam sistem yang rasional ditandai adanya standar dan target (standardisation :of work input, of work process dan work out put).
Figur bukanlah sesuatu yang buruk atau salah, namun tatkala figur yang dominan dan mendominasi maka jangan-jangan sistem kembali menjadi konvensional, manual bahkan parsial dengan pendekatan personal. Atau bisa juga, tatkala sang figur tiada kembali apa yang sudah dibangunya perlahan rontok dan entah sampai kapan akan bisa dibangun kembali.[CDL13122016]
Penulis: Chryshnanda Dwilaksana







