Ilustrasi
TRANSINDONESIA.CO – Bocah SD Larangan Utara 2, yang masih duduk di kelas 1, Defa, tewas mengenaskan dengan cara di setrika oleh ayah kandung dan ibu tirinya.
Petugas Polsek Ciledug masih melakukan penyelidikan terkait tewasnya Defa yang diduga akibat dianiaya ibu tirinya.
Defa ditemukan tewas Kamis 20 Oktober 2016 yang dilaporkan oleh para tetangga korban yng tinggal di Jalan Swadaya Raya, Ciledug, Tangerang, Banten.

“Itu baru dugaan saja, banyak ibu-ibu tetangga dari korban yang melaporkan kejadian ini kepada kami,” kata Kapolsek Ciledug, Kompol Sudarsana kepada wartawan, Minggu 23 Oktober 2016.
Saat ini kata Sudarsana, pihaknya masih tengah melakukan pendalaman terkait perkara tersebut. “Kami sedang melakukan interogasi terhadap ibu – ibu dari tetangga korban itu,” ujarnya.
Tak hanya para tetangga, polisi juga memanggil orangtua korban ke Mapolsek Ciledug. Saat ini petugas masih menyelidiki dan meminta keterangan para saksi.
Ibu-ibu dari tetangga korban dan teman sekolah ramai – ramai menyebut bahwa Dafa tewas karena di setrika kepalanya oleh ibu tiri dan ayah kandungnya. Bahkan mereka menyundutkan rokok ke tubuh korban.
“Kami masih mengkonfirmasi kebenarannya. Laporan baru saja diterima di Polsek,” ungkap Kasat Reskrim Polrestro Tangerang, AKBP Wiji Lestanto.
Wiji menyatakan, jajarannya belum bisa memastikan bahwa orangtua dari korban ini sebagai tersangka. Pasalnya pihaknya perlu mendapatkan keterangan saksi dan alat bukti. “Untuk menentukan perbuatan pidana minimal ada 2 alat bukti,” ujarnya.[BEN]







