Longsor tutup akses Tigapanah-Berastagi, Karo.(Bes)
TRANSINDONESIA.CO – Hasil kajian kegeologian, mayoritas kecamatan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, merupakan daerah rawan terjadi bencana alam khususnya longsor dan gempa bumi.
“Dari 47 kecamatan, 42 kecamatan berada di sesar (patahan) Cimandiri dan sesar lainnya,” kata Kepala Bidang Air Tanah dan Geologi Lingkungan Dinas Pengelolaan Energi dan Sumber Daya Mineral (PESDM) Kabupaten Sukabumi, Agus Permana di Sukabumi, kemaren.
Menurutnya, potensi bencana di daerah ini relatif tinggi, sehingga perlu pengaturan tata ruang yang sesuai dengan kajian kegeologian dan tingkat kerawanan bencana, khususnya dalam pendirian bangunan.
![Korban longsor.[Dok]](https://transindonesia.co/wp-content/uploads/2014/02/jayapura-longsor.jpg)
Jika peningkatan pembangunan wilayah tidak disesuaikan dengan progam tata ruang, maka tidak menutup kemungkinan akan semakin banyak warga yang terkena dampak bencana.
Apalagi kabupaten ini memiliki wilayah patahan Cimandiri yang terbentang dari Kecamatan Gegerbitung hingga ke Palabuhanratu yang melewati beberapa kecamatan.
“Jika patahan ini beraktivitas maka bisa terjadi bencana alam seperti pergerakan tanah, bahkan bisa saja terjadi gempa yang mempunyai kekuatan sangat besar,” tambah Agus.
Sementara, Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sukabumi, Andi Kusnadi, mengatakan daerah ini merupakan pasarnya bencana alam.
“Kondisi Kabupaten Sukabumi ini potensi bencananya sangat tinggi, mulai dari longsor, gempa bumi, puting beliung hingga tsunami. Bahkan, daerah ini dikeliling oleh gunung berapi yang masih aktif,” katanya.[Ant/Sap]







