Massa melakukan perusakan dan pembakaran di lahan pembangunan Semen Indonesia di Aceh pada Sabtu (30/7/2016).[Ist]
TRANSINDONESIA.CO – Pasca insiden pembakaran dan perusakan pembangunan pabrik Semen Indonesia di Aceh, Sabtu (30/7/2016), Forum Anti Korupsi dan Transparansi Anggaran (FAKTA) meminta Pemerintah Aceh transparan atas status kepemilikan saham pabrik semen yang dibangun di kawasan Laweung, Pidie, Aceh.
“Ini sangat penting diperhatikan. Jangan justru pabrik semen yang dalihnya untuk kepentingan publik tapi cuma ditujukan mengamankan kepentingan oknum pejabat dan kroninya,” kata Koordinator Badan Pekerja FAKTA, Indra P Keumala, dalam siaran persnya Minggu (31/7/2016).
Menurut Indra, kebijakan yang ditempuh Pemerintah Aceh dalam menjalankan rencana eksploitasi kekayaan alam Aceh harus diarahkan pada tujuan peningkatan penerimaan daerah untuk kesejahteraan rakyat.
![Pembakaran mobil oleh massa menolak pembangunan Semen Indonesia di Aceh pada Sabtu (30/7/2016).[Ist]](https://transindonesia.co/wp-content/uploads/2016/07/Aceh-Rusuh-1.jpg)
“Pemerintah Aceh bertanggung jawab menjelaskan semua itu kepada publik. Kami juga mengimbau agar DPRA memberikan atensi khusus terhadap persoalan ini,” kata Indra.[Rel/Don]







