Danyon 122/TS Simalungun menjadi salah satu Dansatgas sebagai komandan operasi pengamanan satuan tugas diwilayah NKRI - PNG saat mau diberangkatkan oleh Pangdam I/BBa Mayjen TNI Lodewyk Pusung.[DOK]
TRANSINDINESIA.CO – Untuk keamanan Indonesia lebih baik lagi, penjagaan diperketat melalui razia terus digalakan pasukan TNI AD yang berjaga di perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia – Papua Nugini (PNG).
Dari razia yang dilakukan pada Jumat (22/7/2016), pada pukul 11:30 WIT, lima personil TNI – AD yang berjaga di pos jaga pemeriksaan Pos Skouw dibawah pimpinan pos jaga Serda Nangkok R Gukguk berhasil menyita minuman keras.
“Demi menjaga kamanan dan kedaulatan NKRI di perbatasan Papua Nugini, TNI yang berjaga di Pos Skouw menggalakan lagi razia. Baik kepada kendaraan yang melintasi pos jaga,” kata Danyon 122/Tombak Sakti (TS) Letkol. Inf. Kohir yang menjadi salah Dansatgas sebagai komandan operasi pengamanan satuan tugas diwilayah NKRI – PNG melalui pesannya kepada Transindonesia.co, Sabtu (23/7/2016).
![Miras yang berhasil diamankan TNI AD saat melakukan razia di depan Pos Skouw.[IST]](https://transindonesia.co/wp-content/uploads/2016/07/Miras-diperbatasan.jpg)
“Adapun miras yang kita amankan berupa Black Label dua botol, Calotte Streat tiga botol, yang dibawa WS dari Papua Nugini untuk dikonsumsi bersama temannya di salah satu hotel di Jaya Pura. Miras dibawa tersangka WS tidak memiliki dokumen resmi dari instansi berwenang,” ucap Kohir.
![TNI - AD saat melakukan razia di depan Pos Skouw perbatasan NKRI - PNG pada Jumat (22/7/2016) sekitar jam 11:30 WIT. [IST]](https://transindonesia.co/wp-content/uploads/2016/07/Razia-TNI-diperbatasan.jpg)
“Peratiran Gubernur ini juga salah satu acuan TNI dalam penjaga keamanan melakukan razia miras,” terangnya.[Bay]







