Ronaldo
TRANSINDONESIA.CO – Kapten Portugal Cristiano Ronaldo bersyukur timnya melangkah ke final Piala Eropa 2016. Armada Seleccao mengalahkan Wales 2-0 pada babak empat besar di Parc Olympique Lyonnais, Kamis (7/7/2016) dini hari WIB.
Pemain berjuluk CR7 itu mengenang memori 2004 lalu. Yakni ketika Portugal menjadi finalis melawan Yunani. Kala itu, megabintang Real Madrid tersebut baru berusia 18 tahun.
“Ya, itu berbeda. Itu final pertama saya, sekarang 12 tahun berlalu, sekarang kami akan bermain pada final yang lain,” ujar Ronaldo dikutip dari Four Four Two, pekan ini.

Eks penggawa Manchester United itu bermimpi meraih gelar bersama timnas. Ia yakin tahun ini bisa terealisasi. “Saya sangat yakin, saya percaya semua pemain (Portugal) pantas mendapatkannya,” ujar CR7.
Ronaldo sudah mencetak tiga gol sejauh ini. Ia berpeluang merebut top skorer kompetisi empat tahunan antarnegara benua biru itu.
Dalam kesempatan itu, Ronaldo menolak anggapan bahwa Portugal sangat bergantung padanya.
“Tentu saja kami tim. Tim nasional itu satu unit, Saya mampu mencetak gol dan membantu tim ke final dengan mencetak satu gol. Tapi untuk mencapai final, butuh 23 pemain dalam skuat untuk bertarung,” kata bintang Real Madrid itu.
Ronaldo menyatakan, prinsip ini yang diterapkan di timnya sejak awal. Ia mengaku hanya berusaha keras mem – bantu timnya. Bukan sekadar mencetak gol, namun dengan berjuang dan ber – tarung menghentikan lawan-lawan mereka.
“Saya bahagia. Saya percaya dalam hati kami bisa melangkah jauh. Mungkin awalnya tak seperti yang kami inginkan, tapi ini bukan lomba lari 100 meter. Ini maraton,” kata dia menegaskan.
Terkait laga final melawan Prancis, Ronaldo meminta timnya jangan jemawa. Menurutnya, hasil yang dipetik Portugal sejauh ini belum memiliki makna apapun.
“Saya berharap, kami tersenyum di laga selanjutnya (final Piala Eropa 2016). Tapi kami tetap harus rendah hati,” tutur Ronaldo.
Untuk mewujudkan itu, Ronaldo bakal menjaga penampilan terbaiknya untuk laga final. Dia berjanji bakal mengeluarkan seluruh kemampuannya untuk mengejar mimpi meraih trofi ajang empat tahunan tersebut.
Selain itu, Ronaldo juga meminta agar rekan-rekannya segera fokus untuk menghadapi laga besar di partai puncak. “Saya selalu tampil maksimal untuk setiap pertandingan dalam karier saya,” tambah Ronaldo.
Dalam laga semifinal melawan Wales, selain mencetak gol pembuka, Ronaldo juga menyabet gelar man of the matchpada laga tersebut. Tidak hanya menyumbang satu gol, bomber Real Madrid ini juga memberikan satu assist kepada Nani.
Sementara itu, Luis Nani mengaku tak terpengaruh sekalipun di final timnya akan menghadapi teror penonton Prancis. Baginya, Portugal tak pernah gentar hanya dengan kenyataan bermain di kandang lawan. Justru hal itu akan meningkatkan semangat bertarung anak- anak Seleccao.
Nani mengaku tidak menyiapkan perayaan apapun untuk laga final. Dalam laga selanjutnya, kata dia, Portugal hanya fokus dengan permainan sendiri. “Kami harus percaya pada diri kami sendiri dan bermain dengan baik,” ujar Nani.
Rekan satu skuat Nani, Cedric Soares, merasa sangat menakjubkan berada di final. Menurutnya, Portugal pantas untuk melenggang hingga laga puncak.
Bek Southampton ini juga mengucapkan selamat pada Prancis. Sebab, Antoine Griezmann dan kawan-kawan mencapai final dengan menak lukkan juara dunia, Jerman. “Kami tahu mereka merupakan tim yang bagus, namun kami akan keluar sebagai pemenang,” katanya.[Rol/Saf]







