Jamaah Umrah.[Dok]
TRANSINDONESIA.CO – Komisi E DPRD Sumatera Utara (Sumut) minta kuota haji ditetapkan di masing-masing kabupaten/kota agar porsinya bisa mencakup umat muslim yang ada di daerah tersebut.
Pasalnya hingga saat ini, kuota di Sumut masih kuota provinsi sehingga sistem antri.
Hal ini dikatakan Ketua Komisi E DPRDSU, Syamsul Qadri saat kunjungan kerja ke Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provsu, Senin (23/5/2016) di kantor Kemenag Jalan Gatot Subroto Medan.
“Kalau kuota itu ditetapkan di kabupaten/kota berarti ada kesempatan bagi umat muslim di daerah untuk mendapat porsi yang cepat melaksanakan ibadah haji. Kalau sekarang ditentukan porsi propinsi jadi sistem antri yang panjang,” ucapnya.
Politisi PKS ini juga berharap keberangkatan calon jamaah haji tahun ini tidak lagi bermasalah seperti tahun lalu dengan kendala visa.
Sehingga dibutuhkan antisipasi lebih awal. Apalagi waktu pemberangkatan sudah hampir dekat sekitar 2 bulan lagi sehingga urusan paspor dan pembayaran calon jamaah harus tuntas.
“Masih ada beberapa daerah yang calon jamaah nya belum menyerahkan paspor dan menyelesaikan pelunasan pembayaran. Karena kalau ini terlambat antrian pengurusan visa panjang dan lambat,” katanya.
Kakanwil Kemenag Provsu Tohar Bayuangin, menjelaskan, kuota haji yang ditentukan kabupaten/kota menjadikan wewenang gubernur.
Namun ada kelemahannya yakni jika suatu daerah memiliki minoritas umat muslim seperti Kabupaten Nias, maka yang mendaftar angkanya sedikit dari target yang telah ditetapkan dan kuotanya tidak bisa diambil kabupaten/kota lain.
Karena memang kuota haji Indonesia masih mengacu kepada keputusan KTT OKI tahun 1987 di Yornadia yakni 1/1000 dari jumlah penduduk muslim.
“Kalau sekarang kuota berdasarkan porsi siapa yang duluan mendaftar. Untuk kuota tahun ini sebanyak 6.544 orang dengan biaya haji Rp 31.672.827 dan tahun lalu berkisar Rp 36 juta,” jelasnya.
Sementara untuk keberangkatannya, lanjut Tohar, gelombang pertama pada 9 Agustus 2016, akhir pemberangkatan gelombang pertama 21 Agustus 2016. Serta awal pemberangjatan gelombang kefia 22 Agustus 2016 dan akhir pemberangkatan 4 September 2016.
Untuk pemulangan jemaah gelombang pertama 17 September 2016 dan akhir pemulangan 29 September 2016. Pemulangan gelombang kedua 30 September 2016 serta akhir pemulangannya 13 Oktober 2016.[Don]






