Ilustrasi
TRANSINDONESIA.CO – Seratusan warga Sentani, Kabupaten Jayapura, pada Senin siang, menolak kehadiran organisasi Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang kerap kali lakukan aksi demo anarkis.
Dalam aksi penolakan itu, masa membakar bendera merah lambang organisasi KNPB dihadapan Bupati Jayapura Mathius Awoitauw.
Selain itu, massa membakar bendera bintang kejora sebagai bentuk protes kepada pemerintah agar bisa bertindak tegas terhadap organisasi yang sering kali melakukan demo dengan cara anarkhis.

“Kami masyarakat adat khususnya warga Sentani tidak terlibat dalam kelompok kelompok liar seperti kelompok KNPB yang selama ini sudah meresahkan masyarakat,” kata Sarlen LS Dobondoy penanggungjawab aksi demo.
Sebelumnya massa yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sentani itu berkumpul di lapangan makam Theys Hiyo Eluay dan membentangkan spanduk serta menancapkan bendera Merah Putih.
Ayatanoi Eluay dalam orasinya mengatakan bahwa sebagai masyarakat adat Sentani harus hormati tatanan adat yang ada di tanah Papua karena itu merupakan dasar untuk saling menghargai satu sama lainnya.
“Ada kelompok-kelompok yang selalu membuat masalah di atas tanah Papua contohnya KNPB. Kita terjebak dalam konspirasi dan terjebak dalam kelompok tersebut. Mengenai ULMWP saya sudah bertemu dengan Beny Wenda dan beliau menangis karena tidak ada keberhasilan sehingga kelompok ULMWP sudah membohongi masyarakat Papua,” katanya.
Untuk itu, kata dia, koalisi masyarakat Sentani sudah sepakat agar pemerintah harus meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui program kerja yang yang mendorong peningkatan ekonomi keluarga.
“Hari ini kami, masyarakat Sentani sepakat menyatakan kepada para pejabat bahwa kita harus sejahterakan rakyat. Kami tidak akan bergabung dengan kelompok KNPB karena harus berpatokan kepada tatanan adat dan NKRI,” katanya.[Ant/Kum]







