Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja, Kemenakertrans, Khairul Anwar dan Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Haiyani Rumondang, bersma panitia seminar Kopja USU.[Ist]
TRANSINDONESIA.CO – Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja, Kemenakertrans, Ir. Khairul Anwar MM didampingi oleh Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Haiyani Rumondang, menyambut baik gagasan Koperasi Alumni Universitas Sumatera Utara (Kopja USU) untuk menyelenggarakan seminar nasional mengenai kesiapan SDM Sumatera Utara (Sumut) menyambut MEA di Medan 3 Mei 2016.
“Selain ingin mendapatkan masukan dan meminta kesediaan Menaker sebagai key note speech pada acara seminar di Medan, Kopja USU, Kemenaker, Pemprov Sumut dan Asosiasi Tenaga Kerja akan menandatangani MoU kerjasama untuk menindaklanjuti hasil seminar MEA ini,” kata Wakil Ketua Panitia, Abdullah Rasyid di Jakarta, Kamis (31/3/2016).
Hal ini kata Rasyid disampaikan saat bersma Ketua Kopja USU Alfan Lambardo, Ketua Panitia Hazairin Pohan dan para pengurus harian diterima Kemenakertrans pada Rabu (30/3/2016).
![Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja, Kemenakertrans, Khairul Anwar dan Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Haiyani Rumondang, bersma panitia seminar Kopja USU.[Ist]](https://transindonesia.co/wp-content/uploads/2016/03/Kopja-USU.jpg)
“Diharapkan dalam seminar nasional itu Kopja USUS mengajak semua pemangku kepentingan untuk uru-rembug dalam penyusunan action plan, terutama peserta dari lembagaa, maupun tenaga kerja di berbagai sektor,” terang Rasyid.
Pada pertemuan tersebut lanjut Rasyid, Kemenakertrans menyambut baik penyelenggaraan seminar tersebut mengingat strategisnya isu-isu SDM, terutama dalam menyambut MEA.
“Untuk ini Menaker nantinya diharapkan menyampaikan keynote speech, untuk menginformasikan strategi dan kebijakan pemerintah di dalam menyambut MEA serta langkah-langkah untuk mewujudkan terciptanya tenaga kerja professional dan kompeten,” kata Rasyid.
Sementara, Dirjen Khairul Anwar menyatakan, dalam rangka pemetaan secara nasional kesiapan SDM saat ini ada tiga hal yang perlu dilakukan oleh Kopja USUS yakni, standardisasi kompetensi sesuai dengan benchmark yang disusun oleh asosiasi ketenagakerjaan sektoral dan lembaga teknis. Penguatan lembaga pelatihan, baik berupa kursus maupun balai latihan kerja yang kredibel dalam menghasilkan SDM kompeten, serta penguatan lembaga sertifikasi profesi (LSP)
“Dalam rangka kerjasama berkelanjutan, Kemenakertrans berharap seminar Kopja USU dapat menyusun zero draft Roadmap peningkatan SDM Sumatera Utara, dan MoU antara Kemenakertrans dengan organisasi profesi dari berbagai sektoral.[Saf]





