Penyerahan alat tulis secara simbolis.[Ist]
TRANSINDONESIA.CO – Tugas TNI bukan semata-mata menjaga keutuhan NKRI, tetapi juga melakukan pembinaan kepada masyarakat, sehingga kehadiran TNI khususnya Satuan Tugas Pengamanan Daerah Rawan (Satgas Pamrahwan) dari Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 509/Kostrad di wilayah penugasan Papua dan Papua Barat dapat benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Prajurit TNI ingin terus berbaur bersama di kalangan masyarakat, TNI adalah tentara rakyat yang berasal dari dan untuk rakyat,” KATA Komandan Satgas (Dansatgas) Satgas Pamrahwan Papua Mayor Inf Beny Setiyanto disela-sela kegiatan Operasi Simpatik di wilayah Papua, Selasa (8/3/2016).
Kegiatan Operasi Simpatik ini digelar secara serempak di seluruh wilayah penugasan Yonif Raider 509/Kostrad di Provinsi Papua dan Papua Barat mulai dari wilayah Sorong, Manokwari sampai dengan Enarotali, dalam rangka memperingati HUT Kostrad ke-55 dan sebagai salah satu upaya untuk merebut hati serta simpati rakyat sebagai wujud pengaplikasian program Serbuan Teritorial yang telah dicanangkan oleh Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dalam rangka mewujudkan Kemanunggalan TNI dengan Rakyat.
![Penyerahan alat tulis secara simbolis.[Ist]](https://transindonesia.co/wp-content/uploads/2016/03/kostrad-serahkan-alat-tulis.jpg)
Menurut Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Czi Berlin G. S.Sos., M.M., pembagian makanan ringan serta pembagian alat tulis di sekolah, dapat menumbuhkan citra TNI yang bersahabat dan meningkatkan minat serta semangat anak-anak untuk belajar dan datang ke sekolah karena masih banyak siswa yang jarang datang ke sekolah. “Pemberian bantuan sembako, untuk memenuhi kebutuhan pokok mengingat harga sembako yang sangat tinggi di wilayah Puncak Jaya,” ujarnya.
Sementara itu, Kolonel Czi Berlin menuturkan bahwa penyuluhan pertanian bagi siswa sejak dini diharapkan dapat melahirkan kader-kader pertanian yang di masa mendatang akan menjadi motor dalam menggerakkan masyarakat dalam menyukseskan program Swasembada Pangan di Kabupaten Puncak Jaya. Sedangkan pengobatan massal, sebagian besar yang diderita oleh masyarakat adalah ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan), nyeri pada persendian, nyeri kepala, demam, gatal-gatal serta luka-luka, masyarakat masih kurang tingkat kesadarannya akan pentingnya hygienitas diri dan sanitasi lingkungan.[Saf]







