Ilustrasi
TRANSINDONESIA.CO – Birokrasi menjadi lambat tidak bergerak, bahkan bisa salah arah. Pergerakan birokrasi bagai roda atau gear yang saling mempengaruhi satu dengan lainnya satu tidak bergerak akan berdampak dengan yang lainnya.
Implementasi kinerja birokasi melambat atau tidak bergerak, salah satunya adalah karena pemahaman dan penjabarannya yang fungsionalnya lebih cenderung pada kewenangan daripada fungsional.
Pemahaman atas core function menjadi akar dari masalah berfungsi atau tidaknya gear box dalam birokrasi. Tatkala banyak yang usang bahkan rusak dan didiamkan bahkan yang baikpun di salah fungsikan maka birokrasi akan bergerak atau berjalan pada rel yang keliru.

Kesalahan pada pemaknaan core function pada birokrasi merupakan akar dari beralihnya fungsional menjadi kekuasaan atau kewenangan.
Dari yang semestinya melayani menjadi dilayani, bisa jadi menjadi pemerasan dan penyuapan bahkan mark up dan berbagai hal fiktif.
Seremonial, supervisial menjadi unggulan dan kebanggaan walau sarat kepura-puraan. Mengembalikan core function sesuai fungsi masing-masing dan dihayati serta diimplementasikan sebagaimana seharusnya. Core function akan dijaga oleh core value dan petugas-petugas pada posisi-posisi kunci (core position).
Tatkala core value berubah dan petugas-petuga pada core position tidak berfungsi atau lumpuh maka dapat dipastikan core function nya akan nelenceng dan tinggal menunggu waktu kapan mulai busuk.
Kebusukan-kebusukan inilah menjadi sarang benalu birokrasi yang akan dikelola menjadi mafia birokrasi yang sarat dengan peluang KKN. Cepat atau lambat kebusukan-kebusukan ini akan menjadi penghancuran dari dalam (silent suicide).[CDL-03032016]
Penulis: Chryshnanda Dwilaksana







