Ilustrasi
TRANSINDONESI.ACO – Sistem yang baik diawaki orang-orang keliru bisa sangat berbahaya bahkan bisa disalahgunakan dan sistem akan menjadi onggokan tatkala orangnya atau manusianya tidak mau menggunakan system yang baik.
Dengan cara-cara konvensional, otoriter dan feodalisme yang diagungkan, maka yang dihasilkan adalah orang-orang yang hanya manut-manut, pembebek dan penjilat saja.
Pembinaan karier antrean panjang urut kacang tiada lagi kompetensi dan prestasi siapa tua majulah ia, karena menghormati antrean. Siapa di atas semua pini sepuh yang telah jompo dan renta.

Siapa mau menjadi fighter kalau sudah jompo? Tentu setengah hati. Sejuta alasan untuk kemajuan dilontarkan dari yang sudah tidak bisa mikir sampai dengan yang sudah tidak mampu lagi menggerakkan kaki dan tangan.
Alasan-alasan pembenar tadi, sebenarnya karena sudah nyaman dan aman ditempatnya. Ia hanya meninginkan menunggu saat tiba harus berhenti atau dihentikan dengan paksa.
Mental dan spirit lumayanlah, sepukul dua pukul toh ini akan jadi sangu pensiun. Bisa dibayangkan betapa akan memundurkan dan meremukan system-sistem bagai mesin.
Rongsokan yang nyampah. Membangkitkanya kembali tentu bisa 2/3 kali lebih sulit karena sebagian besar saraf sudah kecanduan kenikmatan KKN.
Waras? no way. Nalar akan ditukar sabda-sabda ndoro yang sudah tidak uptodate bahkan tidak lagi rasional. Monggo pun raosaken! Kalaupun itu benar. Akankah pasrah dan siap menjadi pembebek berikutnya? Semoga tidak! (CDL-07012016)
Penulis: Chryshnanda Dwilaksana







