
TRANSINDONESIA.CO – Penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Bengkalis, Riau, akibat terpapar kabut asap mencapai 1.044 jiwa.
“Pendataan tersebut dihimpun dari seluruh puskesmas di Kabupaten Bengkalis, pada 1 September hingga 7 September 2015,” kata Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan Lingkungan, Irawadi, SKM.MPH di Bengkalis, Kamis (10/9/2015).
Ia mengatakan, dari jumlah 1.044 jiwa tersebut sebanyak 30 jiwa menderita ISPA Pneumonia Berat, dan batuk pilek sebanyak 818 jiwa , iritasi mata 67 jiwa, asma sebanyak 45 jiwa, serta iritasi kulit tercatat sebanyak 87 jiwa.
Menurut Irawadi, upaya penanganan kasus penyakit dampak asap ini, Dinkes telah instruksikan petugas medis untuk memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal dan sosialisasikan cara pencegahan.
“Salah satu pencegahan yang dilakukan, adalah dengan membagikan masker ke masyarakat yang berada di luar ruangan agar tidak terhirup langsung udara yang dipenuhi asap tersebut,” ujarnya.
Ia menyarankan agar masyarakat di daerah itu mengurangi aktivitas di luar rumah bila terjadi kabut asap.
“Kemudian disarankan juga untuk perbanyak minum air putih, serta mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi supaya stamina kuat dan tidak mudah terserang sakit,” katanya.
Ia mengakui kabut asap di Kota Bengkalis saat ini mulai menipis disebabkan hujan yang terjadi beberapa waktu lalu dibandingkan sebelumnya.
Namun, meskipun daerah itu telah diguyur hujan lebat yang terjadi beberapa waktu lalu, kabut asap masih terlihat meski tidak setebal hari-hari sebelumnya.
Sementara itu, Irawadi menegaskan kepada para orang tua untuk memakaikan masker terhadap anaknya bila ke sekolah maupun keluar rumah.(Ant/Ful)





