
TRANSINDONESIA.CO – Sekolah gratis yang selama ini selalu di kampanyekan oleh Bupati Pelalawan HM Harris sepertinya hanya retorika belaka, kenyataannya setiap penerimaan murid baru sekolah sekolah faporit berbagai modus menari dana dari wali murid baru.
Seperti yang terjadi di sekolah SMA N 1 Pangkalan Kerinci, Pelalawan, Riau, setiap murid baru di pungut biaya hampir Rp2 juta.
Setiap tahunnya Pemda Pelalawan mengalokasikan dana ratusan miliar rupiah untuk sekolah gratis dan kebutuhan sekolah lainnya, dan Sekolah gratis itu pun menjadi program unggulan Bupati Pelalawan HM Harris saat kampanye Pilkada Tahun 2010 lalu.
Namun sayang, program sekolah gratis untuk mencerdaskan anak bangsa itu tidak semudah yang di janjikan oleh Bupati Pelalawan, di lapangan masih ada sekolah yang memungut kepada wali murid baru biaya biaya yang tidak masuk akal dan sepertinya diada-adakan.
Salah satu Contoh saja SMAN 1 Pangkalan Kerinci, yang mendaftar hampir seribu orang sedangkan murid baru yang akan di terima di sekolah itu pada tanggal 26 Juni nanti hanya kurang lebih 120 orang dari jalur umum dan 100 orang nya lagi melalui jalur prestasi.
Wali murid baru di SMAN 1Pangkalan Kerinci itu nantinya di wajibkn membayar uang baju Rp 1,6 Juta dan ada lagi uang yang tidak masuk akal yaitu uang sikotes sebanyak Rp 150 ribu dan uang lain lainnya per orang.
Hal itu di akui oleh Wakil Kesiswaan SMAN 1 Pangkalan Kerinci Fario, Senen, (29/6/2015), di ruang kerjannya.
“Setelah di umumkan tanggal 26 juni, wali murid anak nya yang di terima nantinya wajib membayar uang baju Rp1,6 Juta dan uang Sikotes Rp150 ribu per siswa , hal itu sudah menjadi kebijakan sekolah.” Ujar Fario Wakil Kesiswaan SMAN 1 Pangkalan Kerinci.
Salah satu wali murid yang mendaftarkan anaknya ke SMAN 1 Pangkalan Kerinci ke biungan kalau nantinya anaknya di terima di sekolah tersebut, di karenakan mereka tidak mampu membayar uang yang di minta pihak sekolah itu.
“Saya biung, gak di terima anak saya mau sekolah dimana lagi, di terima juga nantinya membayar uang yang di minta pihak sekolah hampir Rp 2 juta dengan apa mau di bayar.
” Keluh salah satu wali murid mendaftar di SMAN 1 Pangkalan Kerinci yang tidak mau di sebutkan namanya.(smn)







