
TRANSINDONESIA.CO – Pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung di Karo, Sumatera Utara, yang masih berstatus Awas (level IV) yang Ramadhan tahun lalu berada dipengungsian dan kini Ramadhan 1436 kembali menjalani puasa di tempat penampungan sementara.
Meski dengan kondisi santapan sahur dan berbuka puasa seadanya dari dapur umum setiap masing – masing posko sementara.
“Bulan puasa ini kami selalu berdoa semoga Sinabung segera mereda dan tidak meletus lagi agar kami pulang. Sudah tidak kerasan lagi di pengungsian,” kata Ryan Sembiring dipengungsian, Sabtu (20/6/2015).
Sedangkan, Nande Eta br Sembiring mengatakan, walau dengan kondisi perekonomian sederhana, tetapi jika di kampung kami bisa menyajikan menu sahur dan berbuka sesuai keinginan.
“Kalau dipengungsian semuanya tergantung logistik dapur umum. Sampai hari ini memang cukup untuk makan, namun menunya standart makan seperti hari – hari biasa,” katanya.
Terkelin Pantau Pos
Sementara, Bupati Karo, Terkelin Brahmana, SH kembali memantau beberapa posko pengungsian pada Jumat (19/6/2015).
Dalam kunjungannya Terkelin Brahmana menanyakan kebutuhan para pengungsi yang hingga saat ini masih belum terpenuhi. Dihimbau kepada para ibu rumah tangga ibu – ibu dan anak – anak gadis yang berada di posko pengungsian dihimbau agar mencari kesibukan yang dapat menghasilkan uang masuk seperti membuat keripik.
“Khusus kepada para pengungsi yang sedang berpuasa di bulan suci agar tetap menjalankan puasanya dan bersabar menghadapi semua cobaan. Kepada para pengungsi yang tidak berpuasa agar menghormati saudara – saudara yang berpuasa dan saling membantu. Jangan hanya berdiam diri. Setidaknya menyiapkan bubur kacang hijau atau kolak untuk umat yang akan menyatap berbuka puasa kacang hijau atau kolak,” katanya.(deb)







