
TRANSINDONESIA.CO – Badan Urusan Logistik Divisi Regional Nusa Tenggara Timur di Kupang menyatakan kondisi stok beras saat ini berjumlah 24.710 ton dan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga perayaan Idul Fitri 1436 Hijriah.
“Stok yang saat ini sedang disimpan di sejumlah gudang di seluruh daerah itu akan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat hingga dua bulan ke depan. Berarti hingga pertengahan Agustus,” kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Badan Urusan Logistik Divisi Regional Nusa Tenggara Timur Marselina Rihi di Kupang, Selasa (16/6/2015).
Dia mengaku selain ketersediaan stok tersebut, Bulog NTT juga sedang melakukan pembelian beras petani lokal di sejumlah kabupaten di provinsi kepuluan itu untuk menambah kekuatan cadangan beras di daerah ini.
Sejumlah daerah yang menjadi sentra pembelian beras oleh Perum Bulog Divre Nusa Tenggara Timur, kata Marselina adalah Waingapu di Kabupaten Sumba TImur, Waikabubak di Sumba Barat, Ruteng di Kabupaten Manggarai, Larantuka di Flores Timur, Atambua di Kabupaten Belu serta dari Kabupaten Alor.
Selanjutnya, katanya, Perum Bulog juga memasok untuk cadangan beras dari beberapa sentra penghasil beras di Provinsi Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat. “Semuanya untuk kepentingan cadangan beras daerah,” katanya.
Menurut dia, semua beras tambahan untuk cadangan stok yang disuplai dari hasil pembelian beras petani lokal dan dari luar NTT itu berjumlah 11 ribu ton dan semuanya akan dipasok langsung ke Kupang, sebagai sentra penyimpan stok beras Bulog NTT.
Dengan kondisi ketersedian stok beras yang dimiliki Bulog NTT itu, maka diharap masyarakat tidak perlu cemas terhadap kondisi stoknya untuk kepentingan pemenuhan kebutuhan pangan dalam rumah tangga.
“Meski akan memasuki Ramadhan dan Idul Fitri, kebutuhan pemenuhan pangan dalam rumah tangga kami jamin akan bisa terpenuhi sesuai dengan stok yang kita miliki,” katanya.
Dia mengatakan Bulog dalam pelaksanaan tugasnya secara kelembagaan, akan selalu menyediakan stok kebutuhan pangan masyarakat, untuk bisa dimanfaatkan demi kepentingan pemenuhan kebutuhan dalam rumah tangga.
Oleh karenannya, dari aspek jumlah dan kualitas, stok beras akan selalu tersedia, demi pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.
“Perum Bulog punya komitmen untuk tetap menjaga ketersediaan beras agar tetap bisa memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di daerah,” katanya.(ant/sun)







