
TRANSINDONESIA CO – Puluhan aktivis Front Perjuangan Rakyat (FPR) melakukan aksi demo di depan pintu gerbang Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Selasa (16/6/201515). Mereka menuntut pihak Kejati mengusut kasus dugaan korupsi pengadaan alat alat kesehatan (Alkes) di Kabupaten Kampar Povinsi Riau.
Menurut Koordinator Lapangan (Korlap) FPR, Ryan dalam orasinya mengungkapkan, salah satu pilar pembangunan di Kampar adalah meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat.
Ironisnya, saat ini ada indikasi korupsi dalam proyek yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) sebesar Rp19 miliar untuk proyek pengadaan Alkes di Kabupaten Kampar.
“Kami minta pihak Kejati Riau untuk mengusut tuntas indikasi korupsi Alkes Kabupaten Kampar itu,” teriaknya.
Selain itu, tambah Ryan, masih ada lagi dugaan korupsi semisal dana kapitasi dari Badan Pelayanan Jasa Kesehatan (BPJS) Kesehatan di setiap Puskesmas se Kabupaten Kampar, korupsi Bantuan Operasional Kesehatan (BOK), serta indikasi korupsi gaji Tenaga Bantu Kesehatan (TBK).
Tetapi keinginan massa FPR untuk menyampaikan langsung aspirasi mereka kepada Kepala Kejaksaan Riau (Kajati) tidak kesampaian, karena di dalam halaman dalam gedung sedang berlangsung syukuran serah terima jabatan orang nomor satu di lembaga penyidik Adhiyaksa Provinsi Riau. Setelah menyampaikan orasi di depan pagar Kejati Riau, kemudian aksi FPR membubarkan diri secara tertib.(smn)







