
TRANSINDONESIA.CO – Jajaran Direktorat Polisi Perairan Kepolisian Daerah Riau berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 5.900 liter atau 5,9 ton bahan bakar minyak jenis solar di perairan Pulau Durai, perbatasan Kepulauan Riau dengan Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau.
“Solar tersebut diamankan petugas saat berada di Pulau Durai pada Minggu dinihari tadi yang diangkut menggunakan sebuah kapal,” kata Direktur Pol Air Polda Riau, Kombes Pol Deny Pudjianto kepada wartawan di Pekanbaru, kemaren.
Ia menjelaskan kapal tersebut diamankan pada saat petugas melangsungkan patroli rutin disekitar perairan Meranti, Provinsi Riau. “Saat berpatroli, petugas mencurigai sebuah kapal tanpa nama,” ujarnya.
Kemudian, lanjutnya, petugas memburu kapal tersebut dan berhasil diamankan sekira pukul 02.00 WIB di sekitar Pulau Durai.
Saat dilakukan penggeledahan, ditemukan ratusan jerigen berisikan BBM jenis solar. “Mendapati temuan 169 jerigen solar, petugas langsung melakukan interogasi di atas kapal,” ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan petugas kepada tiga orang pelaku yang berada diatas kapal yakni Susilo (35) selaku nakhoda dan Salim (57) yang merupakan anak buah kapal (ABK) diketahui bahwa BBM tersebut diangkut dari Teluk Buntal.
“Kedua orang yang diamankan merupakan warga Kepulauan Meranti. Keterangan sementara dari keduanya, solar tersebut dibawa dari Teluk Buntal menuju Sungai Tohor, Meranti. Saat dilakukan pemeriksaan, mereka sama sekali tidak melengkapi dengan dokumen resmi,” jelasnya.
Saat ini kedua pelaku beserta barang bukti diamankan ke Pol Air Polres Meranti guna menjalani pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut.
Kawasan Riau pesisir seringkali menjadi ajang penyelundupan, baik itu BBM maupun bawang serta barang ilegal lainnya. Hal ini dikarenakan panjangnya garis pantai di pesisir Riau yang tidak diimbangi dengan kekuatan armada yang baik.
Berdasarkan catatan Antara, pada bulan Mei hingga April 2015, Bengkalis, Dumai dan Siak menjadi pintu masuk utama bawang-bawang selundupan asal Malaysia.
Tercatat pada pertengahan April, Polres Dumai dan Bea Cukai setempat berhasil menggagalkan 6,5 ton bawang yang tersimpan dalam 741 karung.(ant/smn)







