
TRANSINDONESIA.CO – Sebuah laporan independen menemukan Rusia memanipulasi foto yang menunjukkan tentara Ukraina menembak jatuh pesawat Malaysia Airlines MH17 pada Juli 2014.
Laporan ini menggoyahkan klaim Rusia yang menyatakan tidak ada separatis bersenjata atau tentara yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.
Laporan yang dipublikasikan oleh badan analisis independen Bellingcat menyediakan bukti keras yang menunjukkan Rusia mengirimkan tentara dan senjatanya ke Ukraina Timur untuk menyokong pemberontak di sana. Namun, Pemerintah Rusia menyangkalnya.
Bellingcat tegas mengatakan, bukti yang mereka peroleh menunjukkan dengan jelas kalau Pemerintah Rusia berbohong mengenai keterlibatan mereka dalam kecelakaan tersebut.
“Pernyataan-pernyataan yang dikeluarkan Rusia menunjukkan sebagian besar informasi yang dipublikasikan kepada umum oleh Pemerintah Rusia sejak terjatuhnya pesawat MH17 menunjukkan usaha Pemerintah Rusia untuk mengelabui publik, komunitas global, dan keluarga korban MH17,” kata Bellingcat dalam laporannya, seperti dilansir ABC, Senin (1/6/2015).
Jatuhnya pesawat MH17 menyebabkan kemarahan di seluruh penjuru dunia. Peristiwa tersebut mendesak negara-negara Barat untuk menjatuhkan sanksi tegas atas Rusia karena telah mempersenjatai separatis pro-Rusia.
Sebagaimana diketahui, pesawat MH17 tertembak di udara pada 17 Juli 2014 dan menewaskan 298 penumpang di pesawat. Pengamat mengatakan, pesawat tersebut kemungkinan ditembak rudal antipesawat udara Buk, jenis senjata yang biasa digunakan tentara Ukraina dan Rusia.
Setelah kecelakaan, Kementerian Pertahanan Rusia menampilkan gambar satelit yang menunjukkan peluncur rudal Buk milik tentara Ukraina di dekat Kota Donets pada hari-hari sebelum penembakan terjadi. Pemerintah Rusia, menurut laporan itu, ingin menunjukkan tentara Ukraina bertanggung jawab atas penembakan MH17.(nov)






