
TRANSINDONESIA.CO – Ditemukannya beras sintetis ‘plastik’ di Kota Bekasi mempengaruhi penjualan beras di Karawang, Jawa Barat.
Meski pengaruh penjualan beras tidak begitu signifikan namun, penjualan distributor apalagi pedagang eceran beras Karawang mengalami penurunan.
“Pengaruhnya tidak terlalu besar, tetapi memang ada penurunan penjualan. Ini efek beras plastik,” kata distributor beras Abdul Gani yang ditemui TRANSINDONESIA.CO di Pasar Induk Johar, Karawang, Jawa Barat, Selasa (26/5/2015).
Menurut Abdul yang berprofesi penjual beras sejak 1997 menyayangkan lambannya pemerintah menyelesaikan penyelidikan beras plastik.
“Yang kasihan adalah pedagang eceran, apalagi beras plastik di Bekasi disebutkan berasal dari Karawang. Padahal disini (Karawang) tidak ada ditemukan beras plastik. Termasuk Pemkab Karawang bersama aparat kepolisian Senin (25/5/2015) melakukan pengecekan ketiap distributor sampai pedagang eceran tidak ada ditemukan yang namanya beras plastik,” kata Abdul.
Adbul yang biasa perhari dapat menjual 60 ton, tetapi hari ini mulai mengalami penurunan.
“Hari ini terjadi penurunan dari biasanya 60 ton kini menjadi 40 ton,” kata Abdul.
Abdul yang akrap disapa dengan Bang Dul itu berharap pemerintah dan aparat terkait segera menuntaskan kasus beras plastik.
“Agar kami pedagang beras tidak risau, sehingga penjualan kembali normal,” tuturnya.(sof)







