
TRANSINDONESIA.CO – Menyambut Hari Raya Nyepi tahun baru Saka 1937, besok Sabtu (21/3/2015), para wisatawan dan pekerja serta masyarakat dari berbagai daerah yang beerja dan tinggal tanpa menetap di Bali meninggalkan Pulau Dewata, Bali.
“Tingkat hunian di hotel maupun losmen saat ini sepi, karena wisatawan memilih keluar dari Bali selama Hari Raya Nyepi,” kata Irawan salah seorang pekerja hotel dikawasan dekat Pantai Kuta kepada Transindonesia.co, Jumat (20/3/2015).
Disebutkannya, para wisatawan saat ini banyak meninggalkan Bali untuk pergi ke Pulau Lombok, karena bila mereka bertahan di Bali tidak bisa melakukan aktifitas pada Hari Raya Nyepi.
“Tidak hanya para wisatawan, tetapi para pekerja dan orang yang tinggal tapi tidak menetap di Bali juga memilih pulang atau keluar dari Bali,” kata Irawan.
Dikatakannya, para pekerja dan orang yang tidak menetap di Bali itu kebanyakan dari Pulau Jawa, sehingga mereka memilih pulang kampung daripada bertahan di Bali.
“Ya, mereka memilih untuk pulang kampong, hari ini sudah banyak yang pulang dengan menggunakan kapal penyeberangan ke Pelabuhan Ketapang, Banyumas,” ucapnya.
Ngurah Rai Tutup
422 penerbangan menuju dan dari Bali di Bandara I Ngurah Rai tidak akan beroperasi selama Hari Raya Nyepi. Co General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara I Gusti Ngurah Rai I Gusti Ngurah Ardita mengatakan, penutupan dilakukan mulai pukul 06.00 Wita pada 21 Maret 2015 hingga pukul 06.00 Wita pada 22 Maret 2015.
“Penerbangan domestik maupun internasional dengan tujuan akhir dan keberangkatan pertama dari Bandara Ngurah Rai akan ditutup selama Hari Raya Nyepi,” kata Ardita di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, pecan lalu.
Ardita melanjutkan, penutupan bandara pada saat Nyepi ini sudah dilakukan sejak tahun 2000 mengacu pada surat Dirjen Perhubungan Udara AU/2696/DAU/1796/99 tanggal 1 September 1999. Namun, bandara akan tetap menyediakan personel untuk situasi darurat pada saat Nyepi.
“Ini bandara alternatif. Kondisi tertentu untuk pendaratan darurat kita tetap menyiagakan tenaga operasional. Instansi lain, security dan lainnya juga disiagakan,” ungkap dia.
“Ada 258 penerbangan domestik dan 164 penerbangan internasional yang tidak beroperasi. Total penerbangan yang tidak beroperasi sebanyak 422 penerbangan selama Nyepi,” imbuh Ardita.
Dia menuturkan, bahwa penerbangan terakhir adalah tujuan Korea Selatan pada pukul 03.00 Wita pada 21 Maret 2015. Ardita menambahkan, Bandara Ngurah Rai menjelang Nyep akan mengalami kepadatan.
Ia mengaku, tidak menghitung kerugian ataupun penghematan selama Nyepi berlangsung. “Ini adalah bagian budaya. Jadi, kita tidak memperhitungkan suatu kerugian,” tutupnya.(oki)






