
TRANSINDONESIA.CO – Penyebab pasti anjloknya kereta api Jayabaya jurusan Jakarta-Malang di kilometer 63+z BH 302 antara Stasiun Unjungnegoro – Kuripan, Batang, telah diketahui. Rel kereta api yang dilewati kereta pembawa 455 penumpang itu anjlok akibat banjir yang terjadi di wilayah tersebut.
Manager Humas PT KAI Daerah Operasi IV Semarang Suprapto mengatakan, banjir itu diakibatkan hujan lebat pada Selasa, 3 Februari. Hujan turun selama lima jam di daerah Ujungnegoro-Kuripan membuat tanah yang dilalui bantalan rel ambles.
“Akibatnya tanah yang dilintasi Kereta Jayabaya mengalami penurunan sedalam 40 sentimeter. Dan ini murni faktor alam,” kata Suprapto di Semarang, Rabu 4 Februari 2015.
Usai mengevakuasi kereta Jayabaya pada pukul 03.55 dini hari tadi ke Semarang Poncol, pihak PT KAI telah melakukan perbaikan bantalan jalan rel sepanjang 200 meter dan menambah batu split.
“Kita mensuplay batu kricak (split) dan memperbaiki bantalan jalan rel sepanjang 200 meter,” terang Suprapto.
Untuk sebanyak 455 penumpang Kereta Jayabaya yang telah dievakuasi dengan Kereta Kaligung Mas langsung menuju Malang via Poncol Semarang tadi pagi. Adapun biaya yang dapat dikembalikan PT KAI adalah biaya selisih tiket. Hal itu karena layanan keretanya. menggunakan jasa layanan yang keretanya lebih rendah.
“Selisih tiket yang dikembalikan ke penumpang menggunakan perbandingan antara harga tiket Kereta Jayabaya dengan harga tiket Kereta Matarmaja, ” imbuh Suprapto.
Seperti diketahui, insiden anjloknya kereta Api Jayabaya tujuan Jakarta – Malang di wilayah Stasiun Ujungnegoro – Kuripan, Jawa Tengah terjadi pada Jam 18.06 WIB kemarin. Sebanyak 5 as roda Kereta Jayabaya di empat gerbong anjlok dari rel.
Akibatnya, 455 penumpang Kereta Jayabaya yang dalam perjalanan ke Malang harus dievakuasi dengan Kereta Api Kaligung Mas. Kereta Jayabaya sendiri diputuskan ditarik dengan Kereta Penolong ke Stasiun Poncol Semarang.(viv/ats)





