
TRANSINDONESIA.CO – Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Selatan telah melakukan autopsi pada jenazah S, 16 tahun, siswi SMK yang meninggal dunia setelah hilang beberapa hari.
“Hasil autopsi sudah keluar dan hasilnya untuk sel darah utuh, tidak ada tanda perkosaan,” ujar Kepala Unit IV PPA Polres Metro Jakarta Selatan, Iptu Nunu saat dihubungi wartawan, Kamis (9/10/2014).
Iptu Nunu menjelaskan, penyidik tetap akan memeriksa sejumlah saksi atau teman-teman yang sempat pergi dengan korban. Sebelum meninggal dunia, S diketahui sempat mengeluh sakit di bagian perut, dan suhu tubuhnya tinggi.
Iptu Nunu menyatakan, dari keterangan saksi yang sudah diperiksa anaknya pergi ke Pamulang dengan teman perempuan dan bukan laki-laki. “Kita cek semuanya perempuan,” katanya.
Menurut Iptu Nunu, saat pergi ke rumah kerabat di Pamulang, pelajar kelas X SMK di kawasan Jakarta Selatan ini menginap. setelah itu, pada Minggu (5/10/2014) ia pulang ke rumah. Namun setibanya di rumah, korban mengeluh sakit di perut. “Ia juga mengalami demam dan panas tinggi,” katanya.
Oleh orangtuanya, korban kemudian dibawa ke klinik terdekat. Namun sayang, ketika dibawa ke klinik itu dokter tidak ada di tempat, hingga akhirnya dibawa kembali ke rumah.
Namun, korban justru meninggal dalam perjalanan dari klinik ke kediamannya di Jalan H Gandun Rt 004 Rw 08, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan.(dam)







