Presiden SBY dan Ban Ki-moon saat berkunjung ke Istana Bogor, pada 20 Maret 2012.(ist)
TRANSINDONESIA.CO – Sebelum berlangsungnya peringatan Nuzulul Quran di Istana Negara, Presiden SBY telah berkomunikasi via telepon dengan Sekjen PBB Ban Ki-moon, Rabu (16/7/2014) sekitar pukul 19.30 WIB, mendiskusikan penyelesaian persoalan Palestina. SBY juga sedang mencari waktu untuk berbicara dengan Presiden AS, Barack Obama.
“Saya sungguh ingin seluruh pemimpin dunia memiliki keputusan yang sama, sehingga kemerdekaan Palestina dapat dilanjutkan,” ujar Presiden SBY.
SBY menegaskan, aksi-aksi kekerasan yang dilakukan oleh Israel terhadap warga Palestina tidak bisa dibiarkan, apalagi sekarang bulan Ramadan. Indonesia sebagai negara dengan penduduk Islam terbesar di dunia memiliki posisi diplomasi yang jelas dan tegas. Dukungan Indonesia kepada Paletstina sudah lama disuarakan.
“Indonesia mengecam keras aksi militer Israel yang tidak proporsional, yang bukan hanya melanggar hak asasi manusia, tetapi juga bertentangan dengan hukum internasional,” Presiden menegaskan.
Presiden kembali menjelaskan empat hal yang digarisbawahi Indonesia untuk menuju perdamaian, yaitu penghentian serangan militer yang dilanjutkan gencatan sejata, mencegah aksi saling membalas, dan pemberian bantuan kemanusian bagi warga Palestina.
Keempat posisi Indonesia tersebut juga sudah disampaikan SBY kepada Presiden Iran Hassan Rouhani dalam kapasitasnya sebagai Ketua Gerakan Nonblok. Indonesia pun telah melakukan langkah-langkah diplomasi melalui berbagai forum, baik melalui OKI (Organisasi Kerja Sama Islam) ataupun PBB.
Pada 12 Juli lalu telah terselenggara sidang darurat di PBB dan telah menghasilkan keputusan mendesak kedua pihak yang bertikai untuk mencapai gencatan senjata.
“Marilah kita berdoa semoga kedua pihak yang bertikai segera sepakat dan siklus kekerasan di Jalur Gaza dapat diakhiri,” kata Presiden SBY.(pri/sof)







