TRANSINDOENSIA.CO – Kubu Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa menilai lembaga penyiaran Radio Republik Indonesia (RRI) telah melakukan pembohongan publik jika memang hasil quick count yang mereka klaim itu ternyata hasil exit poll.
Sebab quick count dan exit poll memakai dua metode yang berbeda dan tingkat akurasinya jauh berbeda.
“Bila bilangnya Quick count ternyata Exit Poll, itu menipu rakyat itu belum jelas ambilnya dimana, coba tanya ahli stastitik, Exit Poll tidak bisa dianggap kebenaran murni,”ujar Fadli Zon usai Konferensi Pers di Rumah Polonia, Jakarta Timur, Selasa (15/7/2014).
Menurutnya, atas dugaan tersebut RRI harus mempertanggung jawabkannya kepada semua pihak khususnya kepada DPR selaku mitra kerjanya.
“RRI lembaga pemerintah kalau bermasalah harus dipanggil komisi 1 DPR, lalu tanyakan apakah ada tupoksi dan pagu anggaran untuk melaksanakan quick count RRI, ada ga dananya? Kalau berasal dari sumbangan dananya juga harus dilaporkan,” tandasnya.
Sebelumnya, dalam websitenya rri.co.id dituliskan RRI menyelenggarakan hitung cepat dengan melibatkan ribuan seluruh relawan di seluruh Indonesia dengan memakai metode Exit Pool.
Dimana setiap pemilih yang telah mencoblos di bilik suara akan ditanyakan secara langsung oleh Relawan hitung cepat RRI di seluruh nusantara dalam memilih presiden dan wakil presiden 2014.
Namun disisi lain dalam tulisan itu juga dijelaskan hasil quick count RRI menyatakan pasangan Jokowi-JK dengan presentase 52,58 persen sedangkan Prabowo-Hatta kalah dengan presentase 47,42 persen.(ini/sof)








