Kapolda Papua Irjen Tito Karnavian
TRANSINDONESIA.CO – Sebuah tim Khusus gabungan Polri dan TNI di Puncak Jaya, Papua, berhasil menggagalkan upaya pembelian senjata yang dilakukan kelompok sipil pimpinan Puron Wenda dari Papua Nugini. Tim ini menangkap 3 orang berikuti 2 senjata laras panjang dan ribuan amunisi.
Kepada pers di Jayapura, Jumat (27/6/20Q4), Kapolda Papua Irjen Tito Karnavian menjelaskan, senpi dan amunisi tersebut masuk melalui perbatasan Indonesia dan Papua Nugini di Wutung, Kota Jayapura, pada Rabu (25/6/2014).
Senjata ini dipesan oleh kelompok sipil bersenjata Puron Wenda selama ini beroperasi di kawasan Kabupaten Lanny Jaya hingga Puncak Jaya. “Mereka merupakan pelaku penembakan terhadap anggota TNI dan Polri yang bertugas di daerah itu beberapa waktu lalu,” ujar Tito.
Tito mengatakan, kelompok ini telah diintai sekitar sebulan oleh tim gabungan Polri-TNI. Saat diketahui senpi dan amunisi itu hendak dibawa ke Wamena, maka tim melakukan penggerebekan di tengah perjalanan.
Dalam penangkapan itu, sempat diamankan 4 orang tapi 1 di antaranya dilepas karena tidak terlibat. Tiga orang yang ditangkap adalah Edy Wakur, 37, bertempat tinggal asal Sentani, Jayapura, Deni Wetipo, 19, asal Kampung Harapan, Jayapura, dan Tiba Tabuni, 42, asal Distrik Balingga, Jayawijaya. “Saat ini ketiga orang itu masih ditahan di Mapolda Papua,” jelas Tito.
Tito yang didampingi Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Christian Zebua menjelaskan, kedua senjata itu jenis buatan Barzil dan Kanada. Sedangkan 1.240 butir amunisi terdiri dari 963 butir kaliber 7,62 yang biasa digunakan untuk senjata jenis mouser dan SS, 88 butir kaliber 3,8 untuk pistol dan 51 butir amunisi double loop. “Amunisi double lop ini sangat berbahaya. Jika ditembakkan, dia akan meledak seperti kembang api,” ujar Tito.
Selain senjata laras panjang, juga diamankan satu unit mobil, satu panah dan puluhan busurnya, satu parang, 4 buah senter, 6 handphone, dan uang.(kum)






