TRANSINDONESIA.CO – Seorang copet yang kerap beraksi di atas bus kota ditangkap petugas Polsek Metro Palmerah, Jakarta Barat. Pelaku ditangkap karena mencopet telepon genggam milik anggota polisi di bus Mayasari Bakti 02 jurusan Kampung Rambutan-Kalideres.
“Dia tidak tahu yang dicopet itu anggota kami,” kata Kanit Reskrim Polsek Metro Palmerah, AKP Johari Bule, kemaren.
AKP Johari mengatakan, pelaku bernama Naek Siagian, 27 tahun. Lelaki ini biasa mencopet bersama dua rekannya, Yanto dan Lae, di atas bus Mayasari Bakti 02 jurusan Kampung Rambutan-Kalideres. Bus itu dipilih karena dalam kondisi padat penumpang.
Di dalam bus, Naek memantapkan sasaran pada seorang laki-laki yang sedang memainkan telepon pintar Blackberry. Saat sang target memasukkan telepon genggamnya ke dalam tas, Naek memepet tas tersebut. Sejurus kemudian, Naek bersama dua rekannya itu menggondol Blackberry korban.
Tapi apa daya, komplotan itu tak tahu bahwa sang target merupakan anggota polisi yang sedang menyamar. Polisi itu segera menangkap Naek yang tak bisa berkutik. Namun, Yanto dan Lae melarikan diri. “Anggota kami memang sengaja menyamar lantaran pelaku memang sudah sering beraksi di bus,” kata AKP Johari.
Kepada petugas, Naek mengaku sebelum mencopet mereka biasa berkumpul di satu tempat untuk merencanakan aksinya. Biasanya mereka membagi tugas untuk memepet korban, mengambil harta milik targetnya, dan menerima barang curian tersebut. “Setelah beraksi kami turunnya di tempat terpisah, nanti ketemuan lagi,” kata Naek yang kini mendekam di tahanan Polsek Metro Palmerah.
Dalam sehari, komplotan copet ini mendapat keungtungan sekitar Rp 300-500 ribu. Uang itu didapat dari hasil penjualan telepon genggam tersebut. “Tapi tergantung juga, itu penghasilan paling kecil dan kadang lebih banyak,” katanya.(dam)








