Menara Bank Riau dan BRK .(ist)
TRANSINDONESIA.CO- PT Bank Riau dan Kepulauan Riau (BRK) dalam waktu dekat akan menempati kantor baru yang merupakan gedung atau menara berlantai 15 setelah sebelumnya proyek tersebut sempat terhambat utang senilai Rp214 miliar.
“Pembayaran kontrak pembangunan menara BRK itu sudah dibayarkan kepada pihak kontraktor PT Waskita dengan total 95 persen dari Rp214 miliar nilai kontrak pembangunan,” kata Kepala Biro Ekonomi Pemerintah Provinsi Riau Syahrial Abdi di Pekanbaru, Rabu (4/6/2014).
Syahrial mengatakan, sebeumnya pembangunan menara yang menjadi kantor utama BRK tersebut sempat terkendala dengan utang mencapai ratusan miliar rupiah.
Persoalan utang tersebut menurut informasi karena adanya temuan yang menjadi hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Syahrial mengatakan, namun persoalan itu akhirnya dapat dibereskan dan pada pekan depan seluruh pihak terkait mulai melakukan peninjauan ke gedung berlantai 15 lantai tersebut.
“Seiring dengan itu pula, kewajiban Waskita untuk melakukan perbaikan dan kekurangan apa yang selama ini menjadi tuntutan pihak BRK juga dilakukan,” katanya.
Mengenai surat pembayaran kontrak pembangunan kepada Waskita dan rencana penempatan ke gedung BRK yang baru tersebut juga sudah disampaikan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kata dia lagi.
Terkait dengan laba usaha kegiatan operasional 2013, Direktur Operasional PT BRK Wan Marwan, menyatakan pada 2013 perusahaan membukukan laba sekitar Rp453 miliar.
Secara keseluruhan, terkait laporan keuangan PT BRK tahun buku 2013 dari hasil RUPS telah diterima sepenuhnya oleh para pemegang saham.
Manajemen bank Riau Kepri juga tengah mencari figur yang akan mengisi jabatan direktur utama yang sudah kosong sejak lebih dari setahun lalu. Ada tiga nama yang mencuat untuk mengisi jabatan tersebut yaitu Rafjon Yahya, Nizam dan Syamsul Bahri.(ant/ful)







