Dua tokoh partai yang bersahabat saat kampanye Partai Gerindra di Gelora Bung Karno pada April 2014.(dok)
TRANSINDONESIA.CO – Tersangka kasus korupsi dana haji Menteri Agama (menag) Suryadharma Alie (SDA) mengaku tak merasa bersalah. Hal itu disampaikannya hari ini kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
“Beliau merasa tidak bersalah dan menjelaskan panjang lebar status yang dihadapi Pak SDA,” kata Menteri Sekretaris Negara (mensesneg) Sudi Silalahi di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (26/5/2014).
Namun demikian, SBY kata Sudi sedang menunggu surat pengunduran diri SDA.
Dalam pertemuan tersebut selain Presiden SBY dan Menag SDA hadir pula Wakil Presiden (wapres) Boediono dan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono.
Presiden, kata dia, meminta agar SDA fokus mengikuti proses hukum. Sementara untuk pengganti menteri tersebut kata Sudi belum diputuskan sebelum pengunduran diri ketua umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dari kabinet, resmi.
“Pak SDA melaporkan status yang diterima beliau sebagai tersangka dalam kasus di KPK,” kata Sudi mengenai materi pertemuan hari ini. Pertemuan tersebut terjadi lebih dari satu jam.
Prabowo Bela SDA
Sementara, masalah penetapan dirinya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji di Kemenag Tahun 2012-2013 oleh KPK, calon presiden (capres) Prabowo Subianto bersikap tidak percaya bahwa SDA bersalah dalam kasus yang tengah melilit sahabatnya itu.
Dimana aat berkunjung ke kediaman pengusaha Hary Tanoesoebidjo pada Kamis (22/5/2014), Prabowo Subianto mengkritik KPK yang menjadikan Suryadharma sebagai tersangka korupsi.
“Saya juga terkejut mendengar berita itu. Saya garis bawahi ini, secara pribadi tidak percaya bahwa SDA bersalah. Kita lihat dari momentum waktu. Saya berharap terutama KPK, jangan sampai KPK itu digunakan alat politik bagi siapapun,” kata Prabowo. (bs/sap/yan)







