TRANSINDONESIA.CO – Bulog Sulawesi Tengah (Sulteng) hingga kini sudah membeli beras petani sebanyak 5.450 ton guna memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah itu, kata pejabat berwenang setempat.
“Beras yang dibeli Bulog, semuanya produksi petani di sejumlah sentra produksi di Sulteng,” kata Kepala Perum Bulog setempat, Mar’uf di Palu, Senin (26/5/2014).
Ia mengaku realisasi pengadaan masih kecil karena target pembelian pada musim panen 2014 ini cukup besar mencapai 50.000 ton.
Meski pengadaan terbilang masih sedikit, namun Mar’uf tetap optimistis target itu bisa tercapai 100 persen pada akhir tahun.
Menurut dia, salah satu penyebab masih sedikitnya realisasi pengadaan beras di Sulteng karena adanya pedagang dari luar datang membeli beras di provinsi ini.
Di sejumlah sentra produksi di Sulteng banyak pedagang dari luar khususnya Sulut dan Gorontalo datang membeli beras petani dan selanjutnya dijual kembali di daerah mereka dengan harga lebih tinggi.
“Inilah yang menyebabkan mitra Bulog sedikit kesulitan membeli, sebab pedagang dari luar mematok harga pembelian jauh diatas harga pembelian pemerintah,” katanya.
Pedagang membeli dengan harga Rp7.200,00 per kilogram. Sementara Bulog membeli dengan harga Rp6.600,00 per kilogram.
Otomatis petani lebih memilih menjual kepada pedagang ketimbang Bulog dan mitranya.
Namun demikian, Bulog tetap berupaya untuk membeli dengan sistem ‘jemput bola’ atau turun langsung ke penggilingan-penggilingan padi yang ada di setiap kabupaten dean kota di Sulteng.
Kalau Bulog hanya menunggu saja mitra datang menjual, menurut Mar’uf akan sangat sulit sekali Bulog bisa memenuhi target pembelian yang telah ditetapkan itu.
Karena itu, Bulog juga menurunkan satgas di masing-masng daerah untuk melakukan pembelian beras guna memenuhi target pengadaan.
Selain itu panen juga belum merata di seluruh kabupaten dan kota di Sulteng. Juni-Juli 2014 ini baru akan panen raya.
Pada panen raya, Bulog akan lebih gencar lagi melakukan pembelian. Budi Suyanto.(ant/jei)







